pengujian beton

Prosedur Pengujian Mutu Beton

Dalam kehidupan sehari-hari, beton merupakan salah satu bahan bangunan yang tidak asing lagi bagi semua orang. Pada umumnya bahan beton ini dipergunakan sebagai stuktur utama sebuah bangunan. Bahkan dengan adanya tren minimalis saat ini dimana penggunaan beton sangat dimaksimalkan mulai dari pondasi hingga atap menyebabkan beton menjadi suatu elemen yang penting dalam sebuah proyek.

Walaupun telah banyak orang yang menggunakan bahan beton, namun pada kenyataannya tidak banyak yang mengerti bagaimana membuat beton yang benar. Kalaupun sudah dipahami, seringkali dalam prakteknya orang melanggar prosedur yang sudah dipahami tersebut dengan berbagai alasan. Umumnya, dari sekian tahapan proses pembuatan beton hanya satu proses yang pasti dilalui yaitu mencampur bahan-bahan utama pembentuk beton seperti semen, pasir dan batu split dengan perbandingan tertentu. Itupun kadang tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai dengan yang ditulis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat.

Batu-1x2cm jualbatusplit

Krisis mutu beton, barangkali itulah akibat yang bisa terjadi dari  tindakan yang melanggar prosedur yang sudah ditetapkan tersebut. Karena tidak melewati proses secara benar, bisa dipastikan produk beton yang dihasilkan tidak bisa memenuhi standar mutu yang diharapkan. Penyebab lain dari krisis mutu ini adalah  tenaga kerja yang tidak berkompeten menangani pekerjaan tersebut, kurangnya kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan pekerjaan yang dilaksanakan secara terburu-buru.

Sengaja atau tidak sengaja, tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perselisihan, pengulangan pekerjaan dan perbaikan kembali pekerjaan bisa terjadi karena mutu yang tidak bisa diterima. Semua komponen yang berkepentingan dalam pekerjaan beton, diharapkan kesadarannya untuk selalu menggunakan dan melaksanakan standar prosedur yang benar sebagai acuan dalam pekerjaan beton.

Melihat uraian di atas, maka perlu kiranya dibuat sebuah manual prosedur pembuatan dan pengujian beton yang mengacu pada standar ISO yang berlaku di negara kita. Manual prosedur ini tentunya akan sangat membantu menyamakan persepsi semua pihak yang terlibat dalam pembuatan beton agar kualitas beton yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang diharapkan.

Pemeriksaan Bahan

Pemeriksaan Bahan Batu Split dan Pasir

  1. Batu Split

Timbang batu split seberat  5 kg.

Batu split dimasukkan dalam keranjang lalu direndam dalam bak air. Setelah batu spit dikeluarkan dari bak air kemudian di lap dengan kain sampai permukaannya lembab.

Didapat batu split yang SSD untuk kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk percobaan campuran beton.

SSD atau Saturated Surface Dry adalah keadaan pada agregat dimana tidak terdapat air pada permukaannya tetapi pada rongganya terisi oleh air sehingga tidak mengakibatkan penambahan maupun pengurangan kadar air dalam beton.

  1. Pasir.

Pasir basah diletakkan dan diangin-anginkan (dibalik-balikkan) selama   beberapa jam.

Kemudian pasir diuji dengan memakai alat corong/kerucut  sebagai berikut :

Kriteria-Benda-Uji Pasir

  • Pasir yang diinginkan (dalam keadaan SSD nomor 4) diusahakan  mempunyai bentuk yang tetap   hanya puncaknya yang sedikit longsor.
  • Kemudian dicari kadar lumpurnya. Untuk pasir kadar lumpurnya harus <5%, sedangkanuntuk kerikil kadar lumpurnya harus <1%

 

Pemeriksaan Kandungan Lumpur Untuk Pasir dan Kerikil

Pemeriksaan Kadar Air

  • Pasir dalam keadaan sesungguhnya, bukan SSd ditimbang
  • Kerikil  dalam keadaan sesungguhnya, bukan SSd ditimbang
  • Keringkan pasir dan  kerikil tersebut dalam oven 100 C – 110  c selama 24 jam
  • Timbang pasir dan kerikil yang sudah dioven.
  • Dari pemeriksaan diatas diperoleh prosentase kandungan air pasir dan kerikil

 

Pemeriksaan Berat Jenis Agregat

  1. Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Halus
  2. Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Kasar

 

Pemeriksaan Berat Satuan Volume Agregat dan Semen

Modulus kehalusan pasir = jumlah % tertinggal komulatif pada tiap ayakan dari suatu seri ayakan yang ukuran lubangnya berbanding 2 kali lipat dimulai dari ayakan berukuran lubang 0,15 mm

 

Pemeriksaan Gradasi Pasir dan Batu Split

  • Timbang masing-masing pasir / batu split tersebut. Penimbangan sebaiknya dilakukan secara komulatif, yaitu dari butir pasir / batu split yang kasar dahulu , kemudian ditambahkan dengan butir pasir yang lebih halus sampai semua pasir tertimbang. Catat berat pasir / batu split setiap penimbangan. Pada langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada butir pasir / batu split yang hilang.
  • Modulus kehalusan pasir / batu split = jumlah % tertinggal komulatif pada tiap ayakan dari suatu seri ayakan yang ukuran lubangnya berbanding 2 kali lipat dimulai dari ayakan berukuran lubang 0,15 mm.

 

sumber, foto

 

Iklan