Tips Bangunan

Pengujian Sederhana Kadar Lumpur Pasir

Pengendalian mutu pemeriksaan mutu pengujian kadar lumpur pasir

Di dalam pembangunan infrastruktur maupun gedung dibutuhkan material berkualitas, salah satunya dalam bentuk agregat halus atau dikenal sebagai pasir?abu batu (hasil pecahan batu split). Salah satu hal yang kita perlukan ketika akan menjual atau menentukan tempat dalam mengambil material galian C yang baik, diperlukan metode quality control atau pemeriksaan mutu terhadap material yang akan digunakan, seperti yang akan kita bahas untuk kali ini yaitu mengenai cara menentukan pasir bangunan yang baik dengan menggunakan pengujian kadar lumpur pasir.

Contohnya jika ingin membangun usaha beton ready mix dan terdapat beberapa pemasok material pasir dari berbagai lokasi yang akan menjual pasir kepada kita. Kita harus mengetahui kualitas dari pasir tersebut melalui pengujian kadar lumpur pasir ini.

Kualitas pasir merupakan salah satu faktor untuk menentukan kualitas campuran beton. Pasir adalah endapan butiran-butiran mineral yang lolos ayakan 4.8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0.075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam PUBI. Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara ekivalen endapan lumpur dalam pasir yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.

Peralatan yang digunakan untuk pengujian untu melihat kadar lumpur pasir :
1. Gelas ukur 1000 ml
gelas ukur laboratorium untuk pengujian kadar lumpur air pasir
2. Timbangan digital

Cara menimbang pasir untuk pengujian kadar lumpur pada pasir

Bahan yang digunakan untuk pengujian kadar lumpur pasir :
1. Pasir lolos ayakan 0,063 mm sebanyak 230 ml
2. NaOH (Natrium Hidroksida), bisa dibeli di toko bahan kimia
3. Air mineral

Berikut ini cara pengujian sederhana untuk melihat kadar lumpur pasir antara lain:
1. Masukkan pasir sebanyak 230 ml ke dalam gelas ukur
2. Lalu masukkan lagi air sebanyak 70 ml kedalam gelas ukurnya
3. Dan baru dimasukkan NaOH (Natrium Hidroksida) sebanyak 30 ml ke dalam gelas ukur tersebut.
4. Lalu tutup gelas ukur tersebut dan dikocok-kocok hingga NaOH (Natrium Hidroksida) tersebut larut di dalam air
5. Diamkan hingga 1 jam untuk melihat hasilnya
6. Jika kita menguji sampel pasir lebih dari satu, lakukan dengan cara sama seperti langkah 1-7
7. Cara menentukan yang pasir yang berkualitas baik adalah
cara pengujian pemeriksaan mutu kadar lumpur pasir pasir bagus dan tidak bagus baik dan tidak baik

 


– Warna air yang naik ke permukaan tidak berwarna coklat lumpur
– Pasir yang paling baik di antara beberapa sampel tersebut adalah yang warna airnya paling bening

Jika didapat volume endapan lumpur 20 cc maka kandungan lumpur yaitu 20 / 10 = 2%

Angka 10 diatas artinya 10 cc endapan lumpur ekivalen (~) dengan 1 % lumpur. Berdasarkan PUBI 1982 Pasal 11 bahwa kandungan lumpur dalam pasir yang lewat ayakan 0,063 mm tidak lebih dari 5 % (Kadar Lumpur).

Dengan melakukan tes kadar lumpur secara sederhana, dapat diketahui pasir yang layak atau tidak layak untuk bahan campuran beton. Apabila ternyata hasilnya masih lebih dari ambang batas, maka dapat dilakukan modifikasi dengan mengurangi persentase kadar lumpur lewat pencucian pasir ataupun metoda lainnya

 

sumber, sumber2, sumber3

Iklan

Pilih Pasir Hitam atau Pasir Putih Untuk Proyek Anda

Pasir Hitam memiliki ciri khas kekuatan lebih dengan corak warnanya yang hitam pekat dan butiran pasir yang agak kasar serta tidak mengandung lumpur sehingga sangat baik jika pasir ini digunakan sebagai sarana pengecoran konstruksi bangunan maupun sarana lainnya.

pasir hitam

Meskipun agak kasar tidak menutup kemungkinan pasir ini bisa juga digunakan sebagai pasir pasang maupun plesteran konstruksi suatu bangunan.

Untuk pemasangan bata maupun batako, pasir hitam dapat langsung digunakan tanpa harus diayak terlebih dahulu. Hasil pasangan dinding bata atau batako pun tidak diragukan lagi kekuatannya.

Sedangkan untuk plester dinding bangunan, pasir hitam akan lebih baik hasilnya jika pasir tersebut di ayak terlebih dahulu baik secara manual dengan alat sederhana untuk proyek-proyek kecil maupun dengan menggunakan mesin ayakan pasir untuk proyek-proyek besar.

Alhasil permukaan dinding bangunan yang diplester dengan pasir ini hasilnya lebih halus dan mudah diratakan tanpa mengurangi kekuatan konstruksi bangunannya.

Jika menggunakan material pasir hitam untuk pengecoran tentunya harus dicampur dengan semen dan batu split dan sebaiknya menggunakan air bersih dengan PH normal.Perbandingan komposisi adukan antara semen,pasir dan split adalah 1:2:3 maksudnya 1 bagian semen,2 bagian pasir dan 3 bagian batu split. Untuk info harga batu split bisa menghubungi 087773399966 (phone/WA)

Sedangkan jika digunakan untuk pasir pasang dan plesteran maka perbandingan komposisi adukan antara semen dan pasir adalah 1:6 saja sudah cukup bagus maksudnya 1 bagian semen dan 6 bagian pasir.

Sebenarnya menurut penulis, warna pasir tidaklah menentukan bagus atau tidaknya digunakan untuk proyek. Seperti yang penulis pakai di proyek perumahan subsidi http://www.rumahbapbelitung.com, pasirnya berwarna putih (ciri khas pasir Bangka – Belitung). Yang patut diperhatikan sebenarnya adalah kadar lumpur yang ada di dalam kandungan pasir tersebut. Cara untuk melakukan pengetesan kadar lumpur, bisa Anda baca di artikel berikut Cara Mengetes Kadar Lumpur Pasir.

Untuk Anda yang membutuhkan informasi harga pasir bisa langsung menghubungi kami di 087773399966

Prosedur Pengujian Mutu Beton

Dalam kehidupan sehari-hari, beton merupakan salah satu bahan bangunan yang tidak asing lagi bagi semua orang. Pada umumnya bahan beton ini dipergunakan sebagai stuktur utama sebuah bangunan. Bahkan dengan adanya tren minimalis saat ini dimana penggunaan beton sangat dimaksimalkan mulai dari pondasi hingga atap menyebabkan beton menjadi suatu elemen yang penting dalam sebuah proyek.

Walaupun telah banyak orang yang menggunakan bahan beton, namun pada kenyataannya tidak banyak yang mengerti bagaimana membuat beton yang benar. Kalaupun sudah dipahami, seringkali dalam prakteknya orang melanggar prosedur yang sudah dipahami tersebut dengan berbagai alasan. Umumnya, dari sekian tahapan proses pembuatan beton hanya satu proses yang pasti dilalui yaitu mencampur bahan-bahan utama pembentuk beton seperti semen, pasir dan batu split dengan perbandingan tertentu. Itupun kadang tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai dengan yang ditulis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat.

Batu-1x2cm jualbatusplit

Krisis mutu beton, barangkali itulah akibat yang bisa terjadi dari  tindakan yang melanggar prosedur yang sudah ditetapkan tersebut. Karena tidak melewati proses secara benar, bisa dipastikan produk beton yang dihasilkan tidak bisa memenuhi standar mutu yang diharapkan. Penyebab lain dari krisis mutu ini adalah  tenaga kerja yang tidak berkompeten menangani pekerjaan tersebut, kurangnya kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan pekerjaan yang dilaksanakan secara terburu-buru.

Sengaja atau tidak sengaja, tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perselisihan, pengulangan pekerjaan dan perbaikan kembali pekerjaan bisa terjadi karena mutu yang tidak bisa diterima. Semua komponen yang berkepentingan dalam pekerjaan beton, diharapkan kesadarannya untuk selalu menggunakan dan melaksanakan standar prosedur yang benar sebagai acuan dalam pekerjaan beton.

Melihat uraian di atas, maka perlu kiranya dibuat sebuah manual prosedur pembuatan dan pengujian beton yang mengacu pada standar ISO yang berlaku di negara kita. Manual prosedur ini tentunya akan sangat membantu menyamakan persepsi semua pihak yang terlibat dalam pembuatan beton agar kualitas beton yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang diharapkan.

Pemeriksaan Bahan

Pemeriksaan Bahan Batu Split dan Pasir

  1. Batu Split

Timbang batu split seberat  5 kg.

Batu split dimasukkan dalam keranjang lalu direndam dalam bak air. Setelah batu spit dikeluarkan dari bak air kemudian di lap dengan kain sampai permukaannya lembab.

Didapat batu split yang SSD untuk kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk percobaan campuran beton.

SSD atau Saturated Surface Dry adalah keadaan pada agregat dimana tidak terdapat air pada permukaannya tetapi pada rongganya terisi oleh air sehingga tidak mengakibatkan penambahan maupun pengurangan kadar air dalam beton.

  1. Pasir.

Pasir basah diletakkan dan diangin-anginkan (dibalik-balikkan) selama   beberapa jam.

Kemudian pasir diuji dengan memakai alat corong/kerucut  sebagai berikut :

Kriteria-Benda-Uji Pasir

  • Pasir yang diinginkan (dalam keadaan SSD nomor 4) diusahakan  mempunyai bentuk yang tetap   hanya puncaknya yang sedikit longsor.
  • Kemudian dicari kadar lumpurnya. Untuk pasir kadar lumpurnya harus <5%, sedangkanuntuk kerikil kadar lumpurnya harus <1%

 

Pemeriksaan Kandungan Lumpur Untuk Pasir dan Kerikil

Pemeriksaan Kadar Air

  • Pasir dalam keadaan sesungguhnya, bukan SSd ditimbang
  • Kerikil  dalam keadaan sesungguhnya, bukan SSd ditimbang
  • Keringkan pasir dan  kerikil tersebut dalam oven 100 C – 110  c selama 24 jam
  • Timbang pasir dan kerikil yang sudah dioven.
  • Dari pemeriksaan diatas diperoleh prosentase kandungan air pasir dan kerikil

 

Pemeriksaan Berat Jenis Agregat

  1. Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Halus
  2. Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Kasar

 

Pemeriksaan Berat Satuan Volume Agregat dan Semen

Modulus kehalusan pasir = jumlah % tertinggal komulatif pada tiap ayakan dari suatu seri ayakan yang ukuran lubangnya berbanding 2 kali lipat dimulai dari ayakan berukuran lubang 0,15 mm

 

Pemeriksaan Gradasi Pasir dan Batu Split

  • Timbang masing-masing pasir / batu split tersebut. Penimbangan sebaiknya dilakukan secara komulatif, yaitu dari butir pasir / batu split yang kasar dahulu , kemudian ditambahkan dengan butir pasir yang lebih halus sampai semua pasir tertimbang. Catat berat pasir / batu split setiap penimbangan. Pada langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada butir pasir / batu split yang hilang.
  • Modulus kehalusan pasir / batu split = jumlah % tertinggal komulatif pada tiap ayakan dari suatu seri ayakan yang ukuran lubangnya berbanding 2 kali lipat dimulai dari ayakan berukuran lubang 0,15 mm.

 

sumber, foto

 

Pasir Beton Pasir Cor

Kebutuhan pasir untuk pekerjaan kosntruksi saat ini semakin meningkat, terutama di era presiden Jokowi yang menggenjot proyek infrastruktur di mana-mana. Pasir yang bagus digunakan untuk pengecoran atau beton adalah pasir yang mengandung sedikit kadar lumpur dan sedikit kadar garamnya. Kenapa? Karena kadar lumpur yang tinggi dapat menyebabkan cor cepat retak dan keropos. Untuk tahu lebih lanjut jenis pasir yang dibutuhkan, yuk kita bahas satu persatu.

Pasir untuk konstruksi dibedakan menjadi 2, yaitu pasir beton dan pasir pasang

Pasir Beton

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, balok dan pelat lantai.

Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a)Pasir beton harus bersih, bila diuji dengan larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%.

b) Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat.

c) Angka kehalusan butir (FM) terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat.

d) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Untuk memeriksanya pasir direndam pada cairan 3% NaOH, cairan di atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding.

e) Kekekalan terhadap larutan Na4SO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12% berat. Kekekalan terhadap larutan MgSO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.

f) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.

Pasir Sungai Pasir Beton

Pasir Pasang

Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut :

  1. Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar larut dalam air). Untuk pengolahan lebih lanjut biasanya pasir di cuci dahulu. Contoh daerah yang memproduksi pasir gunung adalah pasir Galunggung di daerah Tasikmalaya, pasir lokal (seperti pasir Cilegon, pasir Rumpin, pasir Jawilan)

2. Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Pasir sungai umumnya didapatkan dari daerah Pontianak sehingga orang biasa menyebut pasir Pontianak, pasir dari Pulang Pisau Kalimantan Tengah, dan pasir Lampung. Yang perlu diperhatikan dari pasir sungai adalah adanya kandungan organik yang ikut tersedot oleh pompa ke dalam timbunan

pasir sungai pasir pontianak

3. Pasir Darat, adalah pasir yang didapat dari dataran di darat. Karakteristiknya hampir sama dengan pasir gunung sehingga untuk penggunaan lebih lanjut harus melalui tahap pencucian. Daerah yang memproduksi pasir darat adalah pasir Bangka, pasir Belitung,

Untuk info harga dan kebutuhan pasir proyek konstruksi Anda, segera hubungi kami di 087773399966 bisa via WA atau phone. Terpercaya sejak tahun 2012, kami akan antar ke lokasi proyek Anda.

 

sumber

Proses Pembuatan Beton Pra Cetak

Anda mungkin sering atau pernah melihat proyek pembuatan jalan layang yang menyatukan beberapa segmen beton langsung di lokasi proyek. Nah, bagaimana sebenarnya proses pembuatan beton pracetak dilaksanakan? Beton pracetak adalah salah satu jenis beton yang dibuat di dalam pabrik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah pembuatan beton tersebut selesai, beton selanjutnya akan di angkut ke lokasi proyek pembangunan untuk dilakukan pemasangan.

beton jalan layang

Berdasarkan surat keputusan SNI T-15-1991-03, pengertian beton pracetak ialah komponen beton yang dicor di tempat yang bukan merupakan posisi akhir dalam suatu struktur. Pada umumnya, beton pracetak mempunyai kekuatan yang berkisar antara 4.000-6.000 psi atau bahkan lebih. Keunggulan utama beton ini antara lain dapat menghemat anggaran biaya, menghemat penggunaan bekisting, kualitasnya terkontrol dengan baik, serta tercapainya efisiensi waktu.

proses-pembuatan-beton-pracetak.jpg

Proses Pembuatan Beton Pracetak

Di bawah ini langkah-langkah dalam pembuatan beton pracetak, yuk kita simak bersama..

Langkah 1 : Pembuatan Cetakan

Cetakan berfungsi untuk membentuk beton dengan spesifikasi yang sesuai perencanaan. Bahan baku untuk membuat cetakan beton yaitu papan kayu. Papan-papan kayu tersebut lantas dibentuk kotak dan ditahan menggunakan paku secukupnya. Penentuan ukuran dari cetakan harus benar-benar diperhatikan karena akan mempengaruhi hasil jadi beton pracetak. Penyusunan cetakan beton yang baik, dapat membuat material kayu seyogyanya bisa dipakai lagi hingga sebanyak 50 kali.

Langkah 2 : Pembuatan Adukan Beton

Secara prinsip, pembuatan adukan beton dilakukan dengan mencampurkan bahan pengisi dan bahan pengikat menjadi satu. Bahan-bahan yang dimaksud antara lain pasir, kerikil / batu split, semen, dan air dengan perbandingan komposisi sesuai kualitas yang diharapkan. Untuk mengubah sifat alami dari beton, Anda bisa menambahkan zat aditif tertentu ke dalam adukan tersebut. Bahan material yang digunakan, seperti batu split pun harus dengan kualitas yang baik supaya cetakan kuat dan kokoh. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi website kami http://www.jualbatusplit.com atau hubungi 085323233399.

Langkah 3 : Penuangan Adukan Beton

Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Pastikan dalam penuangannya, adukan ini disebarkan secara merata dan memenuhi setiap bagian cetakan. Penuangan adukan yang salah akan menyebabkan mutu beton menurun. Bahkan kekuatan beton pun dapat berkurang drastis apabila penampangnya tidak tercetak sempurna. Adukan beton sebaiknya dituangkan setengahnya dahulu, kemudian dilakukan pemasangan tulangan baja di tengah cetakan, dan diteruskan lagi dengan penuangan adukan sampai penuh.

Langkah 4 : Pemasangan Tulangan Baja

Kebanyakan beton pracetak dipakai untuk menahan beban dari bangunan. Tidak hanya pelat lantai, beton ini juga kerap digunakan sebagai pembentuk struktur balok dan kolom bangunan. Oleh karena itu, beton harus mampu menahan gaya beban dan gaya tarik dengan baik. Solusinya Anda bisa memasang beberapa tulangan baja ke dalam adukan beton di dalam cetakan tadi sehingga nantinya akan terbentuk beton bertulang. Pemasangan tulangan dilakukan ketika kondisi adukan masih basah. Ukuran baja juga harus dipertimbangkan dengan baik. Semakin berat struktur yang disangga, diameter pun harus semakin besar.

Langkah 5 : Pengeringan Beton

Adukan beton sebaiknya dikeringkan secara alami dengan cara mengangin-anginkannya. Penjemuran adukan beton di bawah terik sinar matahari langsung justru dapat mengakibatkan beton mengalami keretakan sehingga tak layak pakai. Selama proses pengeringan berlangsung, beton juga perlu disiram dengan air secara berkala untuk menghindari beton mengering secara mendadak. Perawatan terhadap beton dilakukan sampai berumur 7 hari, sedangkan beton akan mengering sempurna dan boleh digunakan setelah usianya mencapai 30 hari.

sumber

Cara Pemasangan Paving Block

 

Sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak di Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda. Hal ini agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.

Sebelum pekerjaan pemasangan paving kita mulai, kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

1. Lapisan Subgrade

Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu, sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1,5 %. Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinya.

2. Lapisan Subbase

Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Profil lapisan permukaan dario subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %, dua arah melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving kita.

3. Kanstin/Penguat Tepi

Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya.

4. Drainage/Saluran Air

Seperti halnya kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang.

Sesuaikan spesifikasi beban yang akan melewati lahan yang akan dipasang paving dengan material pendukung untuk landasan area paving. Material tersebut dapat berupa : Limestone, Base Course, Sirdam, Makadam dsb.

  1. Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level.
  2. Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah terpasang tidak bergeser.
  3. Gelar abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.
  4. Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah terpasang.
  5. Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block (las-lasan), potong paving block dengan menggunakan alat pemotong paving block / paving block cutter.
  6. Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita lakukan pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint filler) dengan menggunakan abu batu.
  7. Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan baby roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul gaya saling mengunci antar paving block satu sama lainnya.
  8. Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.

Langkah-1-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-2-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-3-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-4-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-5-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-6-Instalasi-Conblock-300x227

sumber1, sumber2, gambar