Definisi Sirtu Pasir Batu Gravel

Sirtu adalah singkatan dari pasir batu. Orang kadang menyebutnya dengan gravel atau base course. Sirtu terjadi karena akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah atau lembah. Sirtu biasanya merupakan bahan yang belum terpadukan dan biasanya tersebar di daerah aliran sungai. Sirtu juga bisa diambil dari satuan konglomerat atau breksi yang tersebar di daerah daratan (daerah yang tinggi).

sirtu base gravel

 

Sirtu berasal dari dua bagian yang yang berukuran besar merupakan material dari batuan beku, metamorf dan sedimen. Sedangkan berukuran halus terdiri pasir dan lempung. Seluruh material tersebut tererosi dari batuan induknya bercampur menjadi satu dengan material halus. Kuatnya proses ubahan atau pelapukan batuan dan jauhnya transportasi sehingga material batuan berbentuk elip atau bulat dengan ukuran mulai kerikil sampai bongkah.

Penggunaan sirtu terbatas sebagai bahan bangunan terutama untuk campuran beton, sedang penggalian sering dilakukan dengan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Sirtu yang lepas sangat baik untuk bahan pengeras jalan biasa maupun jalan tol, dan airport. Selain itu dapat pula dipergunakan dalam campuran beton, aspal/hotmix, plester, bahan bangunan dan tanah urug.

 

 

  1. Asal Mula jadi

Sirtu adalah singkatan dari pasir batu, karena komposisi ukuran butir yang tidak seragam. Sirtu terjadi karena akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah atau lembah. Sirtu yang terdapat di beberapa wilayah umumnya berasal dari pasir dan batuan gunungapi, bersifat andesitik dan sering bercampur dengan pasir batu apung.

Sirtu biasanya merupakan bahan yang belum terpadukan dan biasanya tersebar di daerah aliran sungai. Sirtu juga bisa diambil dari satuan konglomerat atau breksi yang tersebar di daerah daratan (daerah yang tinggi).

Sirtu berasal dari dua bagian yang yang berukuran besar merupakan material dari batuan beku, metamorf dan sedimen. Sedangkan berukuran halus terdiri pasir dan lempung. Seluruh material tersebut tererosi dari batuan induknya bercampur menjadi satu dengan material halus. Kuatnya proses ubahan atau pelapukan batuan dan jauhnya transportasi sehingga material batuan berbentuk elip atau bulat dengan ukuran mulai kerikil sampai bongkah.

Biasanya sirtu diendapkan pada lingkungan air seperti sungai, danau maupun laut dikenal dengan sebutan aluvium. Kenampakan sirtu saat ini adalah sesuatu yang tidak padu antara meterial batuan dengan halusnya. Bila endapan aluvium ini sudah terbentuk dengan ketebalan dan penyebaran yang sangat luas, bersamaan dengan berjalannya waktu dan proses geologi yang berkerja sehingga kenampakan batuan ini sudah berada pada daerah ketinggian atau bukit. Nama sirtu pun beralih menjadi konglomerat karena batuan tersebut sudah padu menjadi satu antara material batuan dengan material halusnya.

 

  1. Nama

Sirtu merupakan singkatan dari pasir diambil sir dan batu diambiltu sehingga singkatannya menjadi sirtu. Istilah sirtu telah dikenal oleh orang teknik terutama yang berkecimpung dan bidang fisik jalan maupun pembangunan gedung. Sirtu biasanya diambil dari endapan sungai atau yang terdapat digunung tetapi materialnya sudah berkomposisi seperti sirtu dari sungai.

 

  1. Sifat Fisik

Sirtu

  1. Agregat pasir memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Agregat pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras dengan indikasi  kekerasan £ 2,2. Butir-butir agregat halus harus bersifat kekal

¨      Agregat pasir tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, seperti zat-zat yang reaktif alkali

 

  1. Agregat lempung memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu banyak

¨      Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % (ditentukan terhadap berat kering)

 

  1. Agregat batuan memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Ukuran maksimum, ft2            : 75 (ASTM C615-80)

¨      Densitas lbs/ ft2                       : (ASTM C-97)

– Rendah                                  : 150

– Minimal diinginkan  : 160

– Tinggi                                    : 190

¨      Penyerapan air % berat          :

(ASTM C-121)                (ASTM C-97)

– Rendah                                  : 0,02

– Minimal diinginkan  : 0,40

¨      Kuat tekan, ksi             : (ASTM C-170)

– Minimal diinginkan  : 90

– Tinggi                                    : 52

¨      Kuat tarik, ksi                          : (ASTM C-99)

– Minimal diinginkan  : 1,5

– Tinggi                                    : 5,5

¨      Modulus elastisitas, ksi           :

– Rendah                                  : 2

– Tinggi                                    : 10

¨      Ketahanan Abrasi                    : tidak diinginkan

(ASTM C-241)

 

Paduan antara material yang besar-besar seperti material batuan dan material pasir serta material lempung. Material batuan beku sangat baik untuk bahan pondasi bangunan ringan – sedang, sedangkan material halus sangat baik untuk pengisi celah dan batuan bangunan.

 

  1. Kegunaan

Sampai saat ini penggunaan sirtu terbatas sebagai bahan bangunan terutama untuk campuran beton, sedang penggalian sering dilakukan dengan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Sirtu yang lepas sangat baik untuk bahan pengeras jalan biasa maupun jalan tol, dan airport. Selain itu dapat pula dipergunakan dalam campuran beton, aspal/hotmix, plester, bahan bangunan dan tanah urug.

Sesuai dengan pemakaiannya serta harus memenuhi persyaratan (Tabel 1. dan 2.) sebagai berikut :

¨      Untuk dipakai sebagai agregat beton, sirtu harus bebas dari bahan-bahan organis, kotoran-kotoran, lempung atau bahan lainnya merugikan mutu beton;

¨      Dalam pemakaiannya untuk konstruksi jalan sirtu/agregat terbagi dalam 3 kelas (A,B dan C) dengan persyaratan yang berbeda baik untuk di bawah lapisan dasar maupun untuk lapisan dasar;

¨      Persyaratan agregat untuk di bawah lapisan dasar adalah sepeti tercantum pada Tabel 1. dan 2.;

¨      Agregat untuk lapisan dasar harus memenuhi persyaratan umum sebagai  berikut:

–         Kekerasan minimum 6

–          Kehilangan berat dengan percobaan sodium sulfat, % maksimum 10

–          Kehilangan berat dengan percobaan magnesium sulfate soundness test, % maks. 12

–          Kehilangan berat akibat abrasi sesudah 100 putaran, % maksimum 10

–          Kehilangan berat akibat abrasi sesudah 500 putaran, % maksimum 40

–         Partikel – partikel tipis, memanjang, prosentase berat (partike lebih besar dari 1”  dengan ketebalan kurang dari 1/5 panjang) , maks 5 %

–         Bagian-bagian batu yang lunak, maksimum 5 %

–         Gumpalan-gumpalan lempung % maksimum. 0,25 %

 

Tabel 1.  Persyaratan Sirtu

     Uraian Syarat-Syarat      Klas A     Klas B

     Klas C

  1. Prosentase berat yang lewat                 ayakan (ASTM) dalam (%)

3’’

2”

1 ½”

1”

3/4″

No. 4

No. 8

No. 10

No. 200

  1. Keterangan pasir, min
  2. Kehilangan berat akibat    abrasi dari partikal yang tertinggal pada ayakan.

ASTM no. 12 (AASHOT                       96), maks.

  1. Campuran agregat

 

 

 

 

5. Index plastis, maks.

6. batas cair, maks.

 

100

60 – 90

46 – 78

40 – 70

13 – 45

6 – 36

0 – 10

25

 

 

 

 

40

 

batu pecah

kerikil

pecah

 

 

 

100

70 – 100

55 – 85

50 – 80

30 – 60

 

20 – 50

5 – 15

25

 

 

 

 

40

 

kerikil

pasir

batu pecah

 

6

25

 

100

 

85 maks

15 maks

25

 

 

 

 

40

 

pasir

kerikil

 

 

 

Sumber : Standar : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Sk SNI-04-1989-F)

 

Tabel 2. Persyaratan Kelas Tiap Agregat

Uraian syarat-syarat Klas A Klas B Klas C
1. Prosentase berat yang     lewat ayakan standard dalam %2 1/2”

2”

1 1/2″

1

3/4″

1/2″

3/8”

No. 4

No. 100

No. 200

 

2. Index plastis,maks.

 

3. sand equivalent, minimum

 

4. batas cair, maksimum

 

 

100

90 – 100

35 – 70

0 – 15

0 – 5

 

 

 

 

 

 

 

 

100

60 – 100

 

35 – 60

 

8 – 15

 

8

 

50

 

25

 

 

 

 

100

85 – 100

10 – 20

 

6

 

30

 

Sumber : Standar : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Sk SNI-04-1989-F)

 

sumber, sumber foto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s