Bulan: Mei 2014

Definisi Sirtu Pasir Batu Gravel

Sirtu adalah singkatan dari pasir batu. Orang kadang menyebutnya dengan gravel atau base course. Sirtu terjadi karena akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah atau lembah. Sirtu biasanya merupakan bahan yang belum terpadukan dan biasanya tersebar di daerah aliran sungai. Sirtu juga bisa diambil dari satuan konglomerat atau breksi yang tersebar di daerah daratan (daerah yang tinggi).

sirtu base gravel

 

Sirtu berasal dari dua bagian yang yang berukuran besar merupakan material dari batuan beku, metamorf dan sedimen. Sedangkan berukuran halus terdiri pasir dan lempung. Seluruh material tersebut tererosi dari batuan induknya bercampur menjadi satu dengan material halus. Kuatnya proses ubahan atau pelapukan batuan dan jauhnya transportasi sehingga material batuan berbentuk elip atau bulat dengan ukuran mulai kerikil sampai bongkah.

Penggunaan sirtu terbatas sebagai bahan bangunan terutama untuk campuran beton, sedang penggalian sering dilakukan dengan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Sirtu yang lepas sangat baik untuk bahan pengeras jalan biasa maupun jalan tol, dan airport. Selain itu dapat pula dipergunakan dalam campuran beton, aspal/hotmix, plester, bahan bangunan dan tanah urug.

 

 

  1. Asal Mula jadi

Sirtu adalah singkatan dari pasir batu, karena komposisi ukuran butir yang tidak seragam. Sirtu terjadi karena akumulasi pasir dan batuan yang terendapkan di daerah-daerah relatif rendah atau lembah. Sirtu yang terdapat di beberapa wilayah umumnya berasal dari pasir dan batuan gunungapi, bersifat andesitik dan sering bercampur dengan pasir batu apung.

Sirtu biasanya merupakan bahan yang belum terpadukan dan biasanya tersebar di daerah aliran sungai. Sirtu juga bisa diambil dari satuan konglomerat atau breksi yang tersebar di daerah daratan (daerah yang tinggi).

Sirtu berasal dari dua bagian yang yang berukuran besar merupakan material dari batuan beku, metamorf dan sedimen. Sedangkan berukuran halus terdiri pasir dan lempung. Seluruh material tersebut tererosi dari batuan induknya bercampur menjadi satu dengan material halus. Kuatnya proses ubahan atau pelapukan batuan dan jauhnya transportasi sehingga material batuan berbentuk elip atau bulat dengan ukuran mulai kerikil sampai bongkah.

Biasanya sirtu diendapkan pada lingkungan air seperti sungai, danau maupun laut dikenal dengan sebutan aluvium. Kenampakan sirtu saat ini adalah sesuatu yang tidak padu antara meterial batuan dengan halusnya. Bila endapan aluvium ini sudah terbentuk dengan ketebalan dan penyebaran yang sangat luas, bersamaan dengan berjalannya waktu dan proses geologi yang berkerja sehingga kenampakan batuan ini sudah berada pada daerah ketinggian atau bukit. Nama sirtu pun beralih menjadi konglomerat karena batuan tersebut sudah padu menjadi satu antara material batuan dengan material halusnya.

 

  1. Nama

Sirtu merupakan singkatan dari pasir diambil sir dan batu diambiltu sehingga singkatannya menjadi sirtu. Istilah sirtu telah dikenal oleh orang teknik terutama yang berkecimpung dan bidang fisik jalan maupun pembangunan gedung. Sirtu biasanya diambil dari endapan sungai atau yang terdapat digunung tetapi materialnya sudah berkomposisi seperti sirtu dari sungai.

 

  1. Sifat Fisik

Sirtu

  1. Agregat pasir memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Agregat pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras dengan indikasi  kekerasan £ 2,2. Butir-butir agregat halus harus bersifat kekal

¨      Agregat pasir tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, seperti zat-zat yang reaktif alkali

 

  1. Agregat lempung memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu banyak

¨      Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % (ditentukan terhadap berat kering)

 

  1. Agregat batuan memenuhi persyaratan di bawah ini :

¨      Ukuran maksimum, ft2            : 75 (ASTM C615-80)

¨      Densitas lbs/ ft2                       : (ASTM C-97)

– Rendah                                  : 150

– Minimal diinginkan  : 160

– Tinggi                                    : 190

¨      Penyerapan air % berat          :

(ASTM C-121)                (ASTM C-97)

– Rendah                                  : 0,02

– Minimal diinginkan  : 0,40

¨      Kuat tekan, ksi             : (ASTM C-170)

– Minimal diinginkan  : 90

– Tinggi                                    : 52

¨      Kuat tarik, ksi                          : (ASTM C-99)

– Minimal diinginkan  : 1,5

– Tinggi                                    : 5,5

¨      Modulus elastisitas, ksi           :

– Rendah                                  : 2

– Tinggi                                    : 10

¨      Ketahanan Abrasi                    : tidak diinginkan

(ASTM C-241)

 

Paduan antara material yang besar-besar seperti material batuan dan material pasir serta material lempung. Material batuan beku sangat baik untuk bahan pondasi bangunan ringan – sedang, sedangkan material halus sangat baik untuk pengisi celah dan batuan bangunan.

 

  1. Kegunaan

Sampai saat ini penggunaan sirtu terbatas sebagai bahan bangunan terutama untuk campuran beton, sedang penggalian sering dilakukan dengan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Sirtu yang lepas sangat baik untuk bahan pengeras jalan biasa maupun jalan tol, dan airport. Selain itu dapat pula dipergunakan dalam campuran beton, aspal/hotmix, plester, bahan bangunan dan tanah urug.

Sesuai dengan pemakaiannya serta harus memenuhi persyaratan (Tabel 1. dan 2.) sebagai berikut :

¨      Untuk dipakai sebagai agregat beton, sirtu harus bebas dari bahan-bahan organis, kotoran-kotoran, lempung atau bahan lainnya merugikan mutu beton;

¨      Dalam pemakaiannya untuk konstruksi jalan sirtu/agregat terbagi dalam 3 kelas (A,B dan C) dengan persyaratan yang berbeda baik untuk di bawah lapisan dasar maupun untuk lapisan dasar;

¨      Persyaratan agregat untuk di bawah lapisan dasar adalah sepeti tercantum pada Tabel 1. dan 2.;

¨      Agregat untuk lapisan dasar harus memenuhi persyaratan umum sebagai  berikut:

–         Kekerasan minimum 6

–          Kehilangan berat dengan percobaan sodium sulfat, % maksimum 10

–          Kehilangan berat dengan percobaan magnesium sulfate soundness test, % maks. 12

–          Kehilangan berat akibat abrasi sesudah 100 putaran, % maksimum 10

–          Kehilangan berat akibat abrasi sesudah 500 putaran, % maksimum 40

–         Partikel – partikel tipis, memanjang, prosentase berat (partike lebih besar dari 1”  dengan ketebalan kurang dari 1/5 panjang) , maks 5 %

–         Bagian-bagian batu yang lunak, maksimum 5 %

–         Gumpalan-gumpalan lempung % maksimum. 0,25 %

 

Tabel 1.  Persyaratan Sirtu

     Uraian Syarat-Syarat      Klas A     Klas B

     Klas C

  1. Prosentase berat yang lewat                 ayakan (ASTM) dalam (%)

3’’

2”

1 ½”

1”

3/4″

No. 4

No. 8

No. 10

No. 200

  1. Keterangan pasir, min
  2. Kehilangan berat akibat    abrasi dari partikal yang tertinggal pada ayakan.

ASTM no. 12 (AASHOT                       96), maks.

  1. Campuran agregat

 

 

 

 

5. Index plastis, maks.

6. batas cair, maks.

 

100

60 – 90

46 – 78

40 – 70

13 – 45

6 – 36

0 – 10

25

 

 

 

 

40

 

batu pecah

kerikil

pecah

 

 

 

100

70 – 100

55 – 85

50 – 80

30 – 60

 

20 – 50

5 – 15

25

 

 

 

 

40

 

kerikil

pasir

batu pecah

 

6

25

 

100

 

85 maks

15 maks

25

 

 

 

 

40

 

pasir

kerikil

 

 

 

Sumber : Standar : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Sk SNI-04-1989-F)

 

Tabel 2. Persyaratan Kelas Tiap Agregat

Uraian syarat-syarat Klas A Klas B Klas C
1. Prosentase berat yang     lewat ayakan standard dalam %2 1/2”

2”

1 1/2″

1

3/4″

1/2″

3/8”

No. 4

No. 100

No. 200

 

2. Index plastis,maks.

 

3. sand equivalent, minimum

 

4. batas cair, maksimum

 

 

100

90 – 100

35 – 70

0 – 15

0 – 5

 

 

 

 

 

 

 

 

100

60 – 100

 

35 – 60

 

8 – 15

 

8

 

50

 

25

 

 

 

 

100

85 – 100

10 – 20

 

6

 

30

 

Sumber : Standar : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Sk SNI-04-1989-F)

 

sumber, sumber foto

Iklan

Berbagai Macam Alat Angkut

Tulisan berikut ini dibuat ketika saya sedang mencari cara untuk memuat besi plat, besi wire mesh, besi siku, dan lain-lain ke dalam tongkang. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat.

  1. Clamshell untuk penggalian material lepas pasir, kerikil, pecahan batu, lumpur, batu bara dan lainnya. Cara kerja clamshell adalah menjatuhkan bucket pada saat kosong dan mengangkatnya saat berisi muatan secara vertical dengan swig seperti pada saat exscavator dan membongkar muatan pada tempat yang dikehenddaki dan swig kembali. Kapasitas bucket diukur dalam 3 macam ukuran yaitu, kapasitas bucket dimana bucket terrendam air, kapasitas backet terisi rataa, dan kapasitaas bucket munjung. Kapasitas bucket ± 1,48 BCY.
  2. Belt Convenyor berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat. Material padat yang diangkut tergantung kepada kapasitas material yang ditangani, ukuran, bentuk, sifat mateerial, kondisi pengankutan, jarak perpindahan material dan harga peralatan tersebut. Klasifikasi conveyor secara umum adalah belt conveyor, chain conveyor, screw conveyor, dan pneumatic conveyor. Kapasitas yang dapat diangkut menggunakan konveyor sebesar 750 ton/jam, mempunyai panjang 1400 mm dan lebar 600 mm, jarak angkut sekitar 300-400 meter dengan kecepatan 3 meter perdetik.
  3. Chain Convenyor merupakan alat transportasi horizontal untuk jarak angkut panjang. Umumnya chain convenyor digunakan untuk kapasitas yang besar dibandingkan dengan screw convenyor. Kapasitas angkut chain convenyor sampai 200 ton perjam dan jarak angkut sampai 100 meter. Prinsip kerja alat ini adalah sprocket memutar rantai dan menghasilkan gerakan horizontal yang membawa produk secara horizontal.
  4. Screw Convenyor merupakan alat transportasi horizontal tertutup. Alat ini berupa poros yang dikelilingi oleh blade yang membentuk suatu helical spiral dan dipasang pada sebuah casing yang tertutup rapat. Prinsip kerja alat ini adalah mengalirkan produk dengan memutar poros hingga produk akan bergerak secara horizontal. Kecepatan poros dari convenyor adalah 60-130 rpm
  5. Suction tower merupakan alat penghisap gandum dari kapal dan mencurahkan pellet ke palka kapal. Berbentuk menara dengan ketinggian 43 meter dan kapasitas 500 ton perjam.
  6. Hand trolly berfungsi sebagai alat angkut untuk memindahkan bahan yang digerakan dengan cara manual. hand trolly mempunyai kapasitas beban 150 kg, mempunyai dimensi platform 740mm x 480 mm, tinggi platform 140 + 720 mm.
  7. Hand pallet berfungsi sebagai alat angkut untuk memindahkan bahan yang digerakan dengan cara manual. hand pallet mempunyai kapasitas beban 1 ton.
  8. Electric hand pallet berfungsi sebagai alat angkut untuk memindahkan bahan yang digerakan dengan cara manual. electric hand pallet mempunyai kapasitas beban 1 ton.
  9. Hand stacker manual berfungsi sebagai alat angkut untuk memindahkan bahan yang digerakan dengan cara manual. hand stacker manual mempunyai kapasitas beban 1 ton.
  10. Telehenders merupakan alat berat terbaik yang menggabungkan keunggulan pengangkatan dan jangkauan. Kabin yang lapang dan kursi suspensi menjaga kenyamanan sepanjang hari sementara joystick tuas tunggal mengoperasikan semua fungsi boom untuk produktivitas maksimum. Tiga mode pengemudian menawarkan peningkatan kemampuan manuver disegala medan. Keserbagunaan dimaksimalkan dengan Work Tool Cat® untuk menangani berbagai jenis aplikasi. Kapasitas angkut sebesar 3700-4600 kg.
  11. Rotary drills merupakan alat angkut berat yang mempunyai kapasitas angkut sebesar 75000 kg.
  12. Highway dump truck merupakan alat pengangkut pertambangan yang mempunyai kapasitas sebesar 18-170 ton.
  13. Motor grander adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan material pada permukaan jalan. Kapasitas yang ada pada motor grander adalah 80 kg.
  14.  Dump Truck Heavy ini merupakan truk dengan total kapasitas mencapai 32m3. Truk ini merupakan salah satu truk yang memiliki kapasitas yang besar dan ditunjang juga dengan spesifikasi bahan yang terbaik yaitu dengan dimensi panjang luar bak sebesar 6,5 m, lebar luar bak sebesar 2,5 m, dan tinggi luar bak 2 meter. Plat dari lantai bak setebal 8 mm dan plat dinding setebal 6mm. dilengkapi dengan sistem hidrolik yang baik sehingga truk ini sangat handal dalam hal pendistribusian barang.
  15. Dump truck ini merupakan truck tanpa pintu belakang, solusi kemudahan dan kecepatan mobilisasi barang tambang yang mengutamakan ritase, cepat bongkar muat barang. Chassis menggunakan Hino FM 260 JD dan Hino FM 320 PD tergantung medan dan area tambang. Hino FM 320 PD yang merupakan generasi mesin PC11 head trailer merupakan tipe baru yang menjawab kebutuhan anda akan truck yang bertonase dan daya mesin besar yang beroperasi di medan dan area tambang yang ekstrim dan berat. Model karoseri Hino dump truck scope end tanpa pintu belakang ini banyak di pakai untuk angkutan dan mobilisasi di tambang nikel dan biji besi. 110 unit telah terjual melalui proyek kami untuk Hino dump truck scope end tanpa pintu.
  16. Pipelayer pada gambar diatas bertipe PL61, merupakan salah satu alat angkut guna mengangkut hasil dari pertambangan dengan menggunakan kail yang digunakan untuk mengankat hasil tambang yang diikat dengan menggunakan besi kemudian dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Alat ini mampu menahan beban hingga 18145 kg.
  17. Forwarders merupakan salah satu alat angkut yang digunakan untuk mengangkut hasil dari pemotongan pohon. Alat tersebut dilengkapi dengan capit dan bak penyimpanan batang pohon yang telah ditebang. Alat ini dapat menahan beban mulai dari 13068 kg hingga 20000 kg tergantung tipe dari mesin tersebut.
  18. Material handler merupakan alat angkut yang sering digunakan untuk area pertambangan. Alat angkut tersebut digunakan untuk mengangkut material kemudian dipindahkan ke dalam truk pengankut. Model CAT ACERT dapat menampung beban hingga 44627 kg.
  19. Off higway truck merupakan alat angkut yang sering digunakan untuk area pertambangan. Truck ini didesain senyaman mungkin untuk operator agar mudah mengendalikannya. Truck ini sanggup menahan beban hingga 36,3 ton.
  20. Mining Truck ini memiliki fungsi yang sama dengan off highway truck yaitu dikhususkan untuk transportasi pertambangan. Perbedaannya dengan off highway truck adalah dari segi kapasitas, truck ini minimal menampung beban sebesar 218 ton.
  21. On highway truck merupakan kendaraan guna mengantarkan peralatan tambang ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Selain itu truk ini juga dapat difungsikan sebagai alat angkut material atau hasil tambang seperti pasir dengan mengkondisikan bagian belakang truk sesuai kebutuhan.
  22. Wheel Loader fungsi utama loader adalah digunakan sebagai pemuat, terutama bahan material ke dalamdump truck. Selain itu, alat ini juga digunakan sebagai stock pile untuk memindahkan material hasil pemecahan dari stone crusher. Ada dua jenis loader, yaitu crawler loader danwheel loader. Crawler loader merupkan jenis loader yang menggunakan ban dari besi (track) yang sangat sesuai digunakan pada daerah dengan kondisi medan berat, dengan permukaan tanah yang tidak rata. Sedangkan Wheel Loader, merupakan jenis loader yang menggunakan ban karet, sehingga memiliki mobilitas yang tinggi. Kapasitas dari wheel loader sebesar 1,8 m³.
  23. Towed Scraper dalam pengoprasiannya ditaaarik oleh bulldozer karena tidak bermesin, tenaganya diambil dari bulldozer. Towed scraper umumnya dditarik traktor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Jenis towed scraper dapat menampung 8-30 m.
  24. Motor Scraper pengoperasiannya ada yang menggunakan mesin tunggal atau front da nada yang menggunakan mesin ganda. Scraper bermesin tunggal harus dibantu dengan pendorong sedangkan yang bermesin ganda tidak harus menggunakan mesin pendorong, jarak angkut motor scraper ini sebesar 500-2000 meter.
  25. Dragline merupakan alat penggali taanah dan dapat sekaligus memuatkan pada alat angkut. Dragline sangat baik dalam menggali parit, sungai yang memiliki tebing yang curam sehingga kendaraan untuk mengangkut hasil galian tidak perlu masuk ke lokasi galian. Kapasitas dragline sebesar 70-80% dari kapasitas shovel atau 2.5 cu-yd.
  26. Forklift disel atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan selanjutnya banyak terjadi pada saat perang dunia I. Konon menurut sejarah, dunia logistik sangat dipengaruhi oleh adanya perang. Forklift modern sekarang sudah berbeda jauh dengan sejarah awal forklift yang ada. Forklift modern benar-benar difokuskan untuk kedua hal utama, yaitu transportasi dan mengangkat. Forklift ini menggunakan mesin diesel sebagai penggeraknya. Secara otomatis, forklift ini berbahan bakar solar dan biasanya memiliki jenis ban yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan pada umumnya. Kapasitasnya sebesar 2.5-15 ton.
  27. Forklift elektrik atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan selanjutnya banyak terjadi pada saat perang dunia I. Konon menurut sejarah, dunia logistik sangat dipengaruhi oleh adanya perang. Forklift modern sekarang sudah berbeda jauh dengan sejarah awal forklift yang ada. Forklift modern benar-benar difokuskan untuk kedua hal utama, yaitu transportasi dan mengangkat. Forklif ini menggunakan tenaga batery sebagai sumber energinya dan mempunyai lifetime sehingga diperlukan sebuah alat untuk mer-recharge agar batery dapat berfungsi kembali. Fungsi perawatan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sebuah batery. Kapasitasnya sebesar 2.5-15 ton.
  28. Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer), Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Kapasitas buldoser sebesar 1,58 cu-yd.
  29. Crane truck berkisar mengangkat kapasitas dari sekitar 14,5 ton singkat (12,9 ton panjang, 13,2 t) menjadi sekitar 1.300 ton singkat (1.161 ton panjang, 1.179 t).
  30. Terrain crane sebuah mobile crane dengan peralatan yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan di jalan umum, dan di medan kasar di tempat kerja dengan menggunakan all-wheel steering dan kepiting. AT menggabungkan roadability Truck-mount Cranes dan manuver dari Cranes Rough Terrain. AT memiliki 2-9 as dan dirancang untuk mengangkat beban hingga 1.200 ton (1.323 ton singkat, 1.181 ton panjang).
  31. Crawler crane derek yang dipasang pada bagian bawah dengan satu set track (juga disebut crawler) yang memberikan stabilitas dan mobilitas. Crawler crane berkisar mengangkat kapasitas dari 40 sampai 3.500 ton singkat (35,7 sampai 3,125.0 ton panjang, 36,3 sampai 3,175.1 t).
  32. Floating crane yang digunakan terutama dalam membangun jembatan dan konstruksi pelabuhan, tetapi mereka juga digunakan untuk sesekali bongkar muat beban terutama berat atau canggung dan mematikan kapal. Beberapa floating crane yang terpasang pada ponton, lain tongkang derek khusus dengan kapasitas angkat melebihi 10.000 ton singkat (8.929 ton panjang, 9.072 t) dan telah digunakan untuk mengangkut bagian jembatan keseluruhan. Floating crane juga telah digunakan untuk menyelamatkan kapal tenggelam.
  33. Kapal crane sering digunakan dalam konstruksi lepas pantai. Crane bergulir terbesar dapat ditemukan di SSCV Thialf, yang memiliki dua crane dengan kapasitas 7.100 ton (7.826 ton singkat, 6.988 ton panjang) masing-masing. Selama lima puluh tahun, crane tersebut terbesar adalah “Herman Jerman” di Galangan Kapal Angkatan Laut Long Beach, salah satu dari tiga dibangun oleh Hitler Jerman dan ditangkap dalam perang. Derek dijual ke Terusan Panama pada tahun 1996 di mana ia sekarang dikenal sebagai Titan
  34. Hammerhead Derek “martil”, atau kantilever raksasa, crane adalah bangau jib tetap yang terdiri dari sebuah menara baja-braced yang berputar besar, horisontal, kantilever ganda, bagian depan dari kantilever atau jib membawa troli mengangkat, jib adalah diperpanjang mundur dalam rangka untuk membentuk dukungan untuk mesin dan berat menyeimbangkan. Di samping gerakan mengangkat dan bergulir, ada disediakan apa yang disebut “menegangkan” gerak, dimana troli mengangkat, dengan beban ditangguhkan, dapat dipindahkan masuk dan keluar sepanjang jib tanpa mengubah tingkat beban. Gerakan horisontal seperti beban adalah fitur ditandai desain derek nanti. Kapasitasnya mencapai 350 ton.
  35. Side lift Derek sebuah derek sidelifter adalah truk jalan-pergi atau semi-trailer, mampu hoist dan mengangkut kontainer standar ISO. Angkat wadah dilakukan dengan paralel derek seperti kerekan, yang dapat mengangkat kontainer dari tanah atau dari kendaraan kereta api. Kapasitasnya sebesar 5000 ton.
  36. Rought terrain Derek sebuah derek dipasang pada empat undercarriage dengan ban karet yang dirancang untuk pick-and-carry operasi dan untuk off-road dan “kasar medan” aplikasi. Outriggers digunakan untuk tingkat dan menstabilkan derek untuk mengangkat. Ini crane teleskopik yang bermesin tunggal mesin, dengan mesin yang sama memotori undercarriage dan derek, mirip dengan crane crawler. Dalam crane medan kasar, mesin biasanya dipasang di bagian bawah daripada di atas, seperti crawler crane. Kebanyakan memiliki 4 wheel drive dan 4 roda kemudi yang memungkinkan mereka untuk melintasi medan ketat dan jas hujan dari truck crane standar dengan persiapan situs kurang. Kapasitasnya mencapai 3000 ton.
  37. Carry deck crane sebuah deck crane carry adalah 4 kecil roda crane dengan booming 360 derajat berputar ditempatkan tepat di pusat dan taksi operator yang terletak di salah satu ujung bawah booming ini. Bagian belakang rumah mesin dan area di atas roda adalah flat deck. Sangat banyak penemuan Amerika dek Carry dapat mengibarkan beban dalam ruang tertutup dan kemudian memuatnya di ruang dek sekitar taksi atau mesin dan kemudian pindah ke situs lain. Prinsip Deck Carry adalah versi Amerika dari memilih dan membawa derek dan keduanya memungkinkan beban yang akan dipindahkan oleh derek jarak pendek. Kapasitasnya sebesar 1500 ton.
  38.  Telescopic handler crane merupakan handlers Telescopic seperti truk forklift yang memiliki ledakan telescoping diperpanjang seperti crane. Penangan teleskopik awal hanya mengangkat satu arah dan tidak memutar. Namun, beberapa produsen telah merancang penangan teleskopik yang berputar 360 derajat melalui meja putar dan mesin ini terlihat hampir identik dengan Crane Rough Terrain. Ini 360 derajat baru teleskopik handler / crane model memiliki outriggers atau kaki stabilizer yang harus diturunkan sebelum mengangkat, namun desain mereka telah disederhanakan sehingga mereka bisa lebih cepat dikerahkan. Mesin ini sering digunakan untuk menangani palet batu bata dan menginstal gulungan frame pada banyak situs bangunan baru dan mereka telah mengikis banyak pekerjaan untuk kecil crane truk teleskopik. Banyak dari angkatan bersenjata dunia telah membeli penangan teleskopik dan beberapa di antaranya adalah jenis sepenuhnya berputar jauh lebih mahal. Jalan mereka kemampuan dan fleksibilitas situs pada mereka untuk membongkar palet menggunakan garpu, atau mengangkat seperti crane membuat mereka berharga sepotong mesin. Kapasitasnya sebesar 1000 ton.
  39. Rail Derek sebuah derek kereta api telah bergelang roda untuk digunakan pada kereta api. Bentuk paling sederhana adalah bangau dipasang pada sebuah gerobak datar. Perangkat lebih mampu adalah tujuan-dibangun. Berbagai jenis crane yang digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan, operasi pemulihan dan pemuatan barang di meter barang dan skrap penanganan fasilitas. Kapasitasnya sebesar 2500 ton.
  40. Aerial Derek udara atau ‘crane Sky’ biasanya helikopter yang dirancang untuk mengangkat beban besar. Helikopter dapat melakukan perjalanan ke dan mengangkat di daerah yang sulit dijangkau oleh crane konvensional. Crane Helikopter yang paling sering digunakan untuk mengangkat unit / beban ke pusat perbelanjaan dan highrises. Mereka bisa mengangkat sesuatu dalam kapasitas angkat mereka, (mobil, perahu, kolam renang, dll). Mereka juga melakukan bantuan bencana setelah bencana alam untuk bersih-bersih, dan selama liar kebakaran mereka mampu membawa ember besar air untuk memadamkan api. Beberapa crane udara, sebagian besar konsep, juga telah menggunakan lebih ringan dari pesawat udara, seperti airships. Kapasitas angkutnya sebesar 2500 ton.

Sumber