Bulan: Maret 2014

Cara Pemasangan Paving Block

 

Sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak di Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda. Hal ini agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.

Sebelum pekerjaan pemasangan paving kita mulai, kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

1. Lapisan Subgrade

Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu, sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1,5 %. Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinya.

2. Lapisan Subbase

Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Profil lapisan permukaan dario subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %, dua arah melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving kita.

3. Kanstin/Penguat Tepi

Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya.

4. Drainage/Saluran Air

Seperti halnya kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang.

Sesuaikan spesifikasi beban yang akan melewati lahan yang akan dipasang paving dengan material pendukung untuk landasan area paving. Material tersebut dapat berupa : Limestone, Base Course, Sirdam, Makadam dsb.

  1. Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level.
  2. Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah terpasang tidak bergeser.
  3. Gelar abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.
  4. Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah terpasang.
  5. Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block (las-lasan), potong paving block dengan menggunakan alat pemotong paving block / paving block cutter.
  6. Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita lakukan pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint filler) dengan menggunakan abu batu.
  7. Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan baby roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul gaya saling mengunci antar paving block satu sama lainnya.
  8. Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.

Langkah-1-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-2-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-3-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-4-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-5-Instalasi-Conblock-300x227 Langkah-6-Instalasi-Conblock-300x227

sumber1, sumber2, gambar

Iklan

Kebiasaan Kita Yang Merusak Jalan

Ada kebiasaan positif dari sebagian masyarakat kita yaitu; menyiram pekarangan dikala musim kemarau maksud menyiram ini adalah untuk membasahi agar tak berdebu dan mudah disapu untuk membersihkan sampah diatas permukaan tanah sekalian memberikan air pada tanaman hias depan rumah bahkan ada yang karena terlalu rajin jalan depan rumah ikut disiram.

Menyirami jalan depan rumah dengan air bersih atau air comberan maksudnya agar tak berdebu terutama untuk jalanan yang setengah jadi alias jalan tanah atau jalan pengerasan saja karena setiap ada mobil yang lewat akan menerbangkan debu yang mengganggu pernapasan terhadap mereka yang berada ditepi jalan bahkan debu dapat menyelinap masuk kedalam rumah dan mengotori perabotan dalam rumah. setiap ada mobil lewat akan disumpahi apalagi kalau mobil tersebut berlari kencang maka akan lebih banyak debu yang dihasilkan. untuk mengatasi ini orang-orangh di pedesaan atau dipinggiran kota sudah terbiasa menyirami jalanan dengan air apakah itu dari sumur, sungai atau air dari pembuangan.

debu_jalanKebiasaan ini terbawa dan masih dipertahankan setelah jalan depan rumah mereka sudah diberi aspal padahal menyiram air setiap hari pada jalan beraspal akan mempercepat pengelupasan aspal jalan, jika diamati maka akan terlihat bagian jalan yang sering disiram air apakah itu berasal dari bekas cucian motor, cucian mobil atau sengaja disiram maka aspalnya lebih cepat rusak dibandingkan dengan jalan yang tidak terkena siraman air tak dipungkiri pula bahwa cepat atau lambatnya kerusakan jalan lebih banyak disebabkan oleh kualitas pengerjaan jalan itu sendiri.

Air bisa mempercepat pengelupasan aspal, Tahu kenapa ? karena aspal itu adalah campuran yang terdiri dari bitumen dan mineral. Bitumen adalah bahan yang berwarna coklat hingga hitam, keras hingga cair mempunyai sifat baik larut dalam Cs2 atau CCL4 dengan sempurna dan mempunyai sifat lunak dan tidak larut dalam air, ter adalah bahan cair berwarna hitam tidak larut dalam air, larut sempurna dalam Cs2 atau CCL4, mengandung zat-zat organik yang terdiri dari gugusan aromat dan mempunyai sifat kekal.

orang siram aspal
Terutama pada saat siang hari, suhu aspal akan naik beberapa bahkan mencair, saat kita siram aspal itu maka aspal cair tersebut akan terkelupas dan menempel pada krikil yang ikut lepas, lama kelamaan aspal tersebut bisa rusak. Akibatnya ada terjadi yg disebut “retak rambut”, “retak buaya”, dll sehingga menimbulkan jalan berlubang.

sumber