Kenapa Jalan Aspal Mudah Rusak

Banyak sekali keluhan warga kota tentang kondisi jalan yang rusak melalui media massa. Memang akibat kerusakan jalan sangat mengganggu kenyamanan penguna jalan serta berkaitan dengan keselamatan berkendara. Macet dan macet lagi efek lain dari kerusakan jalan tersebut.  Di berapa ruas jalan banyak berlubang dan ada genangan air.

Apa yang menyebabkan jalan cepat rusak?.

Sebelum mengenal apa penyebab kerusakan jalan. Sepintas kita  mengupas jalan raya secara structural meliputi  apa saja, untuk sedikit membantu memberi gambaran mengenai jalan raya.

Secara umum struktural Jalan Raya terdiri dari beberapa lapisan yaitu lapisan paling bawah yaitu lapisan tanah dasar atau eksisting. Lapisan diatas tanah dasar disebut lapisan sub-grade biasanya dibangun dengan batu pecah yang dicampur dengan tanah (Agregat Base Klas C/kualitas rendah). Kemudian lapisan diatas sub-grade adalah sub-base, lapisan ini mengunakan material dengan kualitas menengah (Agregat Base Kelas B). Diatas lapisan sub-base yaitu base yang menggunakan material kualitas tinggi (Agregat Kelas A). Sedang lapisan yang paling atas adalah lapisan aus (aspal).

Setelah mendapat gambaran struktur jalan raya kita mencoba mencari penyebab rusak jalan raya. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan jalan yaitu:

    Kondisi drainase permukaan jalan dan sekitarnya
    Mutu pelaksanaan konstruksi jalan
    Beban jalan

Kondisi drainase permukaan jalan dan sekitarnya. Faktor utama berarti air. Air yang menggenang dipermukan jalan dalam waktu lama akan menyebabkan rusaknya strukutur jalan. Terutama pada lapisan yang bawah (sub-grade dan sub-base) karena kualitas material yang rendah. Sehingga apabila sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, air akan menggenang dan merusak jalan. Itu sebabnya pada musim hujan kerusakan jalan semakin parah. Adanya aliran air disekitar badan jalan dapat mengakibatkan rembesan air ke badan jalan. Inilah yang merusak ikatan antara butir-butir agregat dan aspal lepas, sehingga lapisan perkerasan jadi tidak kedap air lagi. Yang kemudian menyebabkan melemahkan daya dukung tanah dasar.

Mutu pelaksanaan konstruksi jalan. Hal ini bisa saja terjadi apabila dalam pekerjaan dilapangan tidak sesuai dengan desain dan spesifikasi yang ditentukan. Jadi perlu adanya kometmen bagi pihak-pihak yang terkait yaitu kontraktor dan pengawas dalam menjalankan tugas dikerjakan dengan baik. Tanpa ada “embel-embel†apapun. Karena jalan yang dibuat untuk kepentingan bersama dengan sumber dana dari rakyat.

Beban jalan. Kelebihan beban (overload) pemakaian jalan. Batas beban mutan yang dapat ditoleransi pada konstruksi jalan ditentukan dengan angka Muatan Sumbu Terberat (MST). Untuk jalan yang berkualitas di Indonesia MST-nya 10-12 ton. Dalam pengertian setiap sumbu roda kendaraan maksimal 10-12 ton. Secara teori peluang kerusakan jalan adalah pangkat empat dari besarnya kenaikan beban. Sebenarnya apabila kita mengetahui jalan tersebut akan menerima beban yang berat (volume lalu lintas tinggi) sudah diperhitungkan dalam perencanaan. Dengan dasar prediksi volume lalu lintas pada umur rencana yang berpatokan dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Jadi overload diharapkan bisa teratasi. Ya tentunya fungsikan juga jembatan timbang dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s