Bulan: Januari 2013

Pengiriman Via Laut Terganggu Akibat Cuaca Buruk

Akibat cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi, dua dermaga dari lima dermaga yang ada di pelabuhan Merak Kota Cilegon tidak dioperasikan. Penyeberangan pulau Jawa dan Sumatera pun terganggu. Kendaraan yang hendak menyeberang mengantre panjang.

Humas PT ASDP Indonesia Fery cabang Merak Mario S mengatakan, tidak dioperasikannya dermaga 4 dan 5 akibat cuaca ekstrem yang melanda selat sunda.

“Angin kencang dan gelombang yang mencapai 2 sampai 4 meter mengakibatkan kapal yang akan sandar di dermaga 4 dan 5 kesulitan olah gerak untuk sandar di dermaga,sehingga dermaga tersebut tidak dioperasikan hingga kini,” kata Mario, Kamis (10/1).

Mario menambahkan, kapal yang beroperasi melayani penyeberangan Merak-Bakauheuni hanya 17. Terganggunya dermaga dan minimnya kapal yang beroperasi mengakibatkan antrean mencapai 2 kilo meter di luar pelabuhan.

“Akibat dua dermaga tidak dioperasikan dan minimnya kapal mengakibatkan antrean kendaraan hingga jalan Cikuasa.” ujar Mario.

Untuk mengatasi antrean di pelabuhan yang menghubungi Pulau Jawa dan Pulau Sumatra tersebut, Pihak ASDP mencoba mempercepat bongkar muat kapal.

Laporan: Dwi Prasetya

 

TEMPO.CO, Cilegon – Ribuan truk ekspedisi yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mengalami antrean sepanjang 4 kilometer di luar Pelabuhan Merak, tepatnya di kawasan Cikuasa Atas, Kota Cilegon, Banten. Antrean panjang ini disebabkan cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Selat Sunda sejak satu pekan terakhir.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Christine Hutabarat mengatakan, cuaca buruk yang terjadi saat ini telah mengganggu arus penyeberangan di beberapa lintasan di Indonesia, termasuk lintasan Merak-Bakauheni.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari BMKG, tinggi gelombang mencapai 3,5 hingga 4 meter, yang menyebabkan penyeberangan di beberapa lintasan terganggu, termasuk Pelabuhan Merak, Banten,” kata Christine Hutabarat, Jumat, 11 Januari 2013.

Menurut dia, akibat cuaca buruk, sejak Rabu malam lalu, ASDP Cabang Merak telah menutup Dermaga 4 dan 5 karena tinggi gelombang mencapai hampir 4 meter dengan kecepatan angin sebesar 40 knot. “Penutupan tersebut kami lakukan demi keselamatan penyeberangan. ASDP mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Mudah-mudahan para pengguna jasa dapat mengerti situasi yang ada,” katanya.

Christine mengatakan, penutupan Dermaga di beberapa pelabuhan akan berdampak pada timbulnya penumpukan kendaraan maupun penumpang. “Kami sangat menyadari hal itu. Oleh karena itu, selain penyiapan infrastruktur dan koordinasi semua pihak di pelabuhan, kami mengharapkan para mitra perusahaan pelayaran lainnya juga mempersiapkan armada yang dibutuhkan sesuai dengan rencana pola operasi yang ada. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan dalam jumlah besar.”

Humas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi Oetomo, mengatakan, akibat cuaca buruk, kapal mengalami kesulitan untuk bersandar. Sebab, kapal terhantam ombak besar dan angin kencang yang terjadi di sekitar perairan Merak.

“Dengan kondisi cuasa ekstrem saat ini, kami hanya mampu mengoperasikan 17 unit kapal untuk melayani lintasan Merak-Bakaueni,” katanya.

WASI’UL ULUM

sumber dari sini dan sini

Iklan