Bulan: November 2012

Proses pemecahan batu dengan Stone Crusher

Proses pemecahan batu

Proses pemecahan batu

Berikut proses pemecahan batu gunung di  tambang batu split :

Batu berukuran besar akan masuk ke pemecah batu pertama melalui vibrating feeder, kemudian dikirimkan ke mesin crusher pemecah impact. Hasil batu yang dipecah kemudian akan dikirim ke mesin getar berputar untuk kemudian menjadi batu kecil sesuai ukuran dan dikirimkan ke tumpukan (pile) berbeda-beda. Apabila ada batu yang ukuran masih belum sesuai akan dikembalikan lagi ke pemecah Impact untuk diproses kembali.

proses stone crusher

proses stone crusher

sumber dari sini dan sini

Pengujian Agregat Batu Split Pecah

Pengujian Agregat

Pengujian agregat bertujuan untuk mengetahui sifat atau karakteristik

agregat yang diperoleh dari hasil pemecahan stone crusher (mesin

pemecah batu).

1. Analisis Saringan Agregat Kasar dan Halus

􀂾 Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian butiran

(gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan mengggunakan saringan.

􀂾 Data Hasil Pengujian

Untuk data hasil pengujian analisis saringan dapat dilihat pada halaman ini

 

2. Berat Jenis dan Penyerapan Agregat

2. a. Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar

􀂾 Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis (bulk), berat

jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry = SSD), berat jenis

semu (apparent) dari agregat kasar.

a. Berat jenis (bulk specific gravity) ialah perbandingan antara berat

agregat kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat

dalam keadaan jenuh pada suhu tertentu.

b. Berat jenis kering permukaan jenuh (SSD) ialah perbandingan antara

berat agregat kering permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya

sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu tertentu.

c. Berat jenis semu (apparent spesific gravity) ialah perbandingan antara

berat agregat kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi

agregat dalam keadaan kering pada suhu tertentu.

d. Penyerapan ialah prosentase berat air yang dapat diserap pori terhadap

berat agregat kering.

 

2. b. Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus

􀂾 Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis (bulk), berat

jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry = SSD), berat jenis

semu (apparent) dari agregat halus.

 

3. Indeks Kepipihan dan Kelonjongan

􀂾 Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan perbandingan jumlah

agregat yang lolos ukuran flakiness (thickness gauge) dan elongated gauge

dengan jumlah berat total benda uji.

 

4. Keausan Agregat

􀂾 Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar

terhadap keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles. Keausan

tersebut dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lewat

saringan no.12 terhadap berat semula.

􀂾 Data Hasil Pengujian

Untuk data hasil pengujian analisis saringan dapat dilihat pada halaman ini

 

Abu Batu Pecah Untuk Pembuatan Paving Block

 

Yang menjadi perhatian utama dalam
menentukan kualitas  adalah
kuat tekannya. Hal ini tidak mengherankan
karena paving block merupakan bahan
perkerasan sehingga kuat tekan paving block
dituntut minimal dapat memenuhi kekuatan
untuk mendukung beban di atasnya.

Kuat tekan paving block dalam industri
merupakan masalah yang sangat ironis, sebab
paving block yang rendah kuat tekannya akan
tidak disukai konsumen karena tidak awet atau
tidak memenuhi standar kualitas paving block.
Akan tetapi, jika kuat tekan dinaikkan dengan
cara menambah jumlah semen dalam campuran,
maka konsekuensinya harga paving block
menjadi mahal karena biaya produksinya akan
meningkat.

Abu batu saat ini merupakan bahan hasil
sampingan dalam industri pemecahan batu yang
jumlahnya tidak sedikit. Saat ini abu batu tidak
begitu laku untuk dijual karena pemakaian dalam
industri konstruksi sudah sangat sedikit
mengingat konstruksi perkerasan jalan dengan
Lapen sudah banyak beralih ke lapisan aspal
beton. Perkerasan Lapen yang biasanya
penaburan lapis atas dengan abu batu sudah
banyak diganti dengan pasir, sehingga abu batu
pada stone crusher menjadi bahan limbah yang
harus diupayakan penanganannya.
Untuk menekan biaya produksi paving block
sekaligus menangani masalah limbah abu batu
pada industri stone crusher. Dalam penelitian ini
dilakukan pengkajian pemakaian abu batu untuk
paving block.

Hasil penelitian menunjukkan perbandingan
campuran yang masih layak dipakai dengan
dasar kuat tekan adalah sebagai berikut. Abu
batu sampai 1PC : 8 masih dapat dipakai
karena masih memiliki kuat sama dengan paving
block yang beredar di Semarang. Perbandingan
yang baik disarankan memakai komposisi 1PC :
6 abu dengan kekuatan tekan 200 Kg / Cm2.
Model regresi diekspresikan dalam persamaan
Y = -43,219 X + 470,002

 

sumber