Teknik Pembuatan Jalan Di Atas Tanah Gambut

Fenomena Tanah Berawa:
Tanah Berawa – Fungsi sponge (karet busa) untuk menyimpan air. Jika daerah ini dibangun, maka tempat penyerapan air menjadi tidak ada, air harus mengalir ke tempat yang lain. Bangunan yang dibangun di rawa dengan penimbunan akan turun terus, di samping itu, air akan naik terus jika tidak ada kompensasi untuk dialirkan ke tempat lain. Karena itu pembangunan di daerah berawa harus terkontrol supaya tidak mengganggu keseimbangan air tanah.
Fenomena Tanah Gambut:
  • Tanah gambut merupakan hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan dalam ribuan tahun yang bukan merupakan daratan atau tanah yang sesungguhnya.
  • Ketebalannya bervariasi antara beberapa cm sampai 15 meter.
  • Tanah gambut akan terus mengalami penurunan (ingat: ia sebetulnya bukan tanah!), bisa sampai 1 m dalam 10 tahun.
  • Pembuatan jalan di atas lahan gambut lebih baik dilakukan dengan sistem rigid pavement (perkerasan kaku) yaitu dengan lapisan beton, supaya bebannya tersebar merata di atas permukaan tanah gambut, demikian memperlambat penurunan dan kerusakan.
  • Untuk mendapatkan bangunan yang stabil, maka pondasi harus dipancangkan sampai ke kedalaman tanah keras di bawah lapisan gambut.

sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s