Jurnal Penelitian Batu Merak

ANALISIS KOMBINASI BATU PECAH MERAK DAN KERIKIL TUMBANG LITING SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE (ATB). In: Workshop dan Simposium XII Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT), 13-14 November 2009, Universitas Kristen Petra.

Desriantomy, Desriantomy; Hudan , Rahmani; Nur Cholid , Hidayat;

Journal Article

Abstract

Kalimantan Tengah, dengan potensi sumber daya alam yang cukup banyak, memungkinkan untuk memanfaatkan potensi tersebut sebagai salah satu alternatif untuk bahan perkerasan jalan. Batu pecah dari Tangkiling merupakan salah satu potensi yang biasa digunakan sebagai agregat pada campuran Asphalt Treated Base (ATB) yang digunakan secara tersendiri. Dalam penelitian ini akan dicoba menggunakan kombinasi dua jenis agregat kasar, yaitu batu pecah eks Merak dan kerikil eks Tumbang Liting Kasongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat fisik masing-masing agregat apakah dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, untuk mengetahui pengaruh kombinasi batu pecah eks Merak dan kerikil eks Tumbang Liting terhadap nilai stabilitas (stability) dan kelelehan (flow) pada campuran Asphalt Treated Base (ATB) serta untuk mengetahui komposisi campuran terbaik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Jurusan/Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Perencanaan campuran menggunakan metode Asphalt Institute dan untuk pembuatan benda uji serta uji mutu hasil percobaan campuran menggunakan metode Marshall. Untuk mengetahui pengaruh pemakaian kombinasi batu pecah eks Merak dan kerikil eks Tumbang Liting terhadap campuran dibuat 4 (empat) variasi proporsi kombinasi campuran agregat kasar, yaitu satu variasi menggunakan batu pecah eks Merak saja (Kombinasi I) dan 3 (tiga) variasi proporsi kombinasi batu pecah eks Merak dan kerikil eks Tumbang Liting. Tiga variasi tersebut adalah 50% batu pecah eks Merak 50% kerikil eks Tumbang Liting (Kombinasi II), 60% batu pecah eks Merak 40% kerikil eks Tumbang Liting (Kombinasi III) dan 70% batu pecah eks Merak 30% kerikil eks Tumbang Liting (Kombinasi IV). Dari hasil pengujian terhadap variasi proporsi kombinasi tersebut, yang memenuhi syarat spesifikasi pada masing-masing kombinasi adalah: Kombinasi I dengan komposisi 40,00% agregat kasar, 12,00% agregat sedang, 12,50% abu batu dan 35,50% pasir; Kombinasi II dengan komposisi 39,00% agregat kasar, 13,00% agregat sedang, 12,25% abu batu dan 35,75% pasir, Kombinasi III dengan komposisi 39,00% agregat kasar, 13,00% agregat sedang, 12,50% abu batu dan 35,50% pasir, dan Kombinasi IV dengan komposisi 41,50% agregat kasar, 10,50% agregat sedang, 13,50% abu batu dan 34,50% pasir. Stabilitas tertinggi terjadi pada Kombinasi I untuk kadar aspal 6,0% (1108,367 kg). Stabilitas terendah terjadi pada Kombinasi IV untuk kadar aspal 5,5% (895,914 kg). Pada beberapa kadar aspal, untuk seluruh kombinasi, tidak memenuhi starat nilai stabilitas (stability) dan kelelehan (flow).

Source: OAI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s