Anggaran Infrastruktur Baru Terserap 0,02 Persen Selama Trimester Pertama 2015

KATADATA – Pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur tahun ini sebesar Rp 290 triliun, 40 persen lebih tinggi dari anggaran tahun lalu. Meski anggarannya besar, hingga saat ini penyerapannya masih sangat rendah.

Kementerian Keuangan mencatat hingga awal tahun ini serapan anggaran infrastruktur baru mencapai 0,02 persen dari total alokasinya. Anggaran infrastruktur per 27 April hanya terserap Rp 7 triliun, padahal anggarannya mencapai Rp 290 triliun.

“Hanya Rp 7 triliun dari total yang kita anggarkan Rp 290 triliun yang terserap per hari Senin kemarin,” kata Menteri KeuanganBambang Brodjonegoro di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4).

Bambang mengatakan rendahnya penyerapan anggaran ini, salah satunya karena pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 baru baru dilakukan pada Januari 2015. Selain itu, ada beberapa kementerian dan lembaga (K/L) yang mengalami perubahan nomenklatur, yang secara administratif menghambat pencairan anggaran.

Dia berharap penyerapan anggaran infrastruktur bisa segera dilakukan pada bulan depan. Beberapa kementerian yang mendapat alokasi anggaran infrastruktur tersebut diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian.

“Ini penting karena belanja pemerintah tahun 2015 difokuskan pada infrastruktur,” kata Bambang.

Dia juga menjanjikan penyerapan belanja infrastruktur pemerintah pada tahun 2016 akan lebih baik dari tahun ini. Salah satunya karena anggaran tahun depan akan disahkan pada Oktober tahun ini. Jadi, pencairan belanja pemerintah bisa segera dilakukan pada awal tahun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan belanja pemerintah akan efektif berjalan paling lambat akhir Juni mendatang. Jokowi mengakui belanja Pemerintah pada kuartal I yang minim, berimbas pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.

“Nantinya, pada bulan April ini hingga Juni akan terlihat ekonomi kita bergerak,” kata Jokowi dalam pidatonya tadi pagi. “Akan ada banyak jalan, rumah susun, irigasi, dan juga pelabuhan baru yang kita mulai bangun hingga bulan Juni.”

sumber

3 Proyek Infrastruktur Raksasa Jokowi

Jakarta – Akhir April 2015 menjadi momentum besar bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan program-program infrastrukturnya. Setidaknya ada 3 mega proyek yang groundbreaking sepekan ini, yaitu proyek Tol Trans Sumatera, Program 1 Juta rumah, hingga proyek pembangkit listrik 35.000 MW.

Jokowi menegaskan, proyek-proyek infrastruktur yang menjadi program utamanya pada pekan ini akan segera dimulai. Ia mengakui, untuk memulai sebuah proyek infrastruktur besar butuh persiapan termasuk proses lelang.

Sebelumnya pada 9 Maret 2015, Jokowi melakukan groundbreaking dimulainya pembangunan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, terbesar di Sumatera.

Pembangunan Bendungan Keureuto tersebut merupakan yang kedua dari program pembangunan 13 bendungan baru selama 2015, yang totalnya 49 bendungan dalam 5 tahun, yang dicanangkan oleh Jokowi. Bendungan pertama yang telah dilakukan groundbreaking ada di Kupang (NTT) yakni Rakmano pada 20 Desember 2014.

Berikut rinciannya ‘kick off’ proyek infrastruktur Jokowi pekan ini seperti dirangkum detikFinance, Rabu (29/4/2015).

1. Satu Juta Rumah

perumahan rakyat

Hari ini, Rabu (29/4/2015) Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan groundbreaking program pembangunan dua tower Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk pekerja/buruh di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan dalam rangkaian hari Buruh Nasional pada 1 Mei 2015. Kegiatan ini juga bagian dari program pembangunan 1 Rumah untuk Rakyat yang dimotori Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pada tahap pertama ini dibangun 103.135 rumah, dari total 331.693 rumah yang akan menggunakan anggaran pemerintah.
Adapun lokasi pembangunan tersebar di 9 daerah, yakni Nias Utara (Sumatera Utara), Kota Pelembang (Sumatera Selatan), Jakarta Barat (DKI Jakarta), Tangerang (Banten), Cirebon (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), Kota Waringin Timur (Kalimantan Tengah), dan Bantaeng (Sulawesi Selatan).
Pencanangan akan dipusatkan di kawasan industri di Ungaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini juga hampir bersamaan dengan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2015. Kegiatan ini dilaksanakan serempak di 8 provinsi oleh Gubernur didampingi Bupati/Walikota yang lokasinya terpilih mewakili pembangunan perumahan di wilayahnya.
Pada saat groundbreaking akan ada beberapa peluncuran program pendukung 1 juta rumah, antara lain:

  1. Kegiatan groundbreaking dan peletakan batu pertama pembangunan 2 (dua) Tower Rumah Susun Sewa untuk pekerja/buruh di Kabupaten Semarang dengan kapasitas 184 unit rusun.
  2. Peluncuran kebijakan pembiayaan perumahan yaitu penurunan suku bunga KPR-FLPP dari 7,25% menjadi 5% dengan masa kredit sampai dengan 20 tahun bagi MBR
  3. Pemberian Bantuan Uang Muka sebesar Rp 4 juta kepada MBR yang akan membeli rumah pertamanya melalui KPR-FLPP.
  4. Penurunan pembayaran uang muka oleh MBR kepada Bank Pelaksana dari 5% menjadi 1% untuk KPR FLPP Rumah Susun.
  5. Penyerahan secara simbolik Surat Persetujuan Kredit kepada MBR oleh Bank BTN.
  6. Penandatanganan MOU antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, tentang Percepatan Penyediaan Rumah Umum Bagi PNS di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Daerah.
  7. Penandatanganan MOU antara BPJS-T dengan Gubernur Jawa Tengah, tentang pembangun rumah susun sewa oleh BPJS-T untuk pekerja/buruh di Jawa Tengah.
  8. Pembiayaan Program 1 Juta Rumah terdiri dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 8,1 triliun, BPJS Ketenagakerjaan Rp 48,5 triliun, Bapertarum-PNS Rp 3,1 triliun, PT Taspen Rp 2 triliun, Perum Perumnas Rp 1 triliun dan FLPP Rp 5,1 triliun.

2. Tol Trans Sumatera

Jalan Tol Semarang Solo

Jokowi akan mulai membangun tol Trans Sumatera pada Kamis (30/4/2015), yang menghubungkan Lampung hingga Aceh. Untuk tahap awal, dimulai pembangunan Tol Trans Sumatera dari ruas Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api Api (MBBPT) sepanjang 434 km. Tol ini akan terhubung dengan transportasi laut ‘tol laut’ di Selat Sunda hingga ke Merak, Banten.
“Jalan tol Trans Sumatera hari Kamis akan groundbreaking (pemancangan tiang pertama), Lampung ke atas sampai ke Aceh dan kita harap jembatan, konektivitas antar provinsi. Pulau-pulau lain juga akan dimulai,” jelas Jokowi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, ada tiga titik kegiatan groundbreaking tol senilai Rp 40 triliun ini yaitu di Bakauheni, Terbanggi dan Palembang.
Konsorsium proyek ini sudah terbentuk yaitu Hutama Karya, Wijaya Karya, Waskita Karya, dan Jasa Marga. Saat ini, soal pembebasan lahan sudah ada Surat Penetapan Pembangunan Lokasi Proyek (SP2LP) untuk Bakauheni-Terbanggi Besar.
Rencananya, proses pembangunan akan dimulai dari sisi Merak, Cilegon, Banten khususnya untuk pembangunan ruas tol baru dari pintu tol Merak sampai dengan pelabuhan dengan 4 lajur.
Untuk ruas ini akan menggunakan dana APBN dari Ditjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, total panjangnya jalan tambahan 3 km yang akan menyambung dengan Tol Tangerang-Merak 72 Km.
Total jalan tol Trans-Sumatera memiliki panjang sekitar 2.600 km. Awalnya ada empat ruas yang didahulukan itu, Palembang-Indralaya (22 km), Bakauheni-Terbanggi Besar, Pekanbaru-Kandis-Dumai, dan Medan-Binjai (16 km).
Namun dalam perkembangannya prioritas pembangunan di arahkan ke Tol Bakauheni hingga Tanjung Api Api sepanjang 434 km membutuhkan investasi Rp 50 triliun lebih. Hal ini untuk mendukung ‘tol laut’.

3. Mega Proyek Listrik

Pemerintahan Jokowi akan meluncurkan dimulainya sebagian pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 MW. Pada Sabtu, 2 Mei 2015, akan ada kegiatan groundbreaking proyek listrik sebanyak 2.000 MW di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, peluncuran akan berlangsung di Yogyakarta. Rencananya akan ada penandatangan dan groundbreaking untuk proyek listrik sebesar 2.000 MW.
Proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 untuk tahap awal berbagai macam jenis, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang paling besar. Namun pemerintah juga akan mendorong pembangunan pembangkit listrik baru terbarukan.
Kegiatan peluncuran proyek pembangkit listrik 35.000 MW akan dilakukan di Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta yang merupakan tempat pembangkit listrik tenaga angin.
Di Samas terdapat pembangkit listrik tenaga angin cukup besar 150 MW. Lokasi ini dipilih karena sebagai komitmen pemerintah membangun pembangkit listrik baru dan terbarukan dalam proyek listrik 35.000 dalam 5 tahun, yang mencakup 15.000 MW oleh swasta dan 10.000 MW oleh PLN.

sumber
gambar, gambar2

April 2015, Proyek Rp 118 T Kementerian PU Dimulai

TEMPO.CO, Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum akan mengerjakan proyek infrastruktur sepanjang lima tahun mendatang mulai April 2015. Total dana proyek 2015 sebesar Rp 118 triliun meliputi bidang jalan dan jembatan, infrastruktur air, serta permukiman dan perumahan.

“Kalau ada (proyek) yang fiktif, langsung diborgol seperti narkoba langsung dipecat, tidak ada proses-proses,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Aula Barat ITB, Senin, 23 Maret 2015.

Proyek infrastruktur air, diantaranya membuat waduk baru untuk menambah air baku guna irigasi atau air minum. Selama 5 tahun, 2015-2019, pemerintah menargetkan bisa menampung 17 miliar meter kubik air dari 49 dam baru. “Itu baru 20 persen dari total kebutuhan,” ujarnya.

Saat ini dari 16 waduk yang sudah ada, daya tampungnya 15 miliar meter kubik yang baru memasok 11 persen kebutuhan dari 7,3 juta hektar lahan irigasi. Sebaran 13 lokasi waduk yang dibangun 2015 tersebut diantaranya di Kupang, Wonogiri, Kudus, Aceh, Dompu, dan Tapin, Kalimantan Selatan. Pembangunan waduk baru tersebut, kata Basuki, untuk irigasi kedaulatan pangan.

Di sektor perumahan, per tahun dibangun 1 juta unit. Target ini diturunkan separuhnya karena dinilai tidak memungkinkan secara dana kapasitas dari total kebutuhan 13,5 juta unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sedangkan infrastruktur jalan, antara lain meliputi pelebaran jalan nasional dan pembangunan jalan tol anyar. Total selama 5 tahun tersebut ditargetkan mencapai 1000 kilometer, adapun ruas jajalan nasional 2000 kilometer. Proyek jalan tol itu antara lain ruas Pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung, kemudian melanjutkan proyek Trans Java Tol yang sempat terkendala di 4 ruas, yakni Pemalang-Batang-Semarang.

Hambatan proyek itu, kata Basuki, karena investor asal Australia tak sanggup dengan anggarannya. Proyek itu kini diambil alih pemerintah. “Sudah negosiasi dan tanda tangan pengambil alihan proyek ke PT Jasa Marga,” kata dia.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Jalil mengatakan, pencapaian target proyek Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan hasil audit 2010-2015 berkisar 98 persen, seperti peningkatan jalan. Masalah yang ditemukan umumnya administrasi, seperti kelemahan kontrak kerja dan pelaksana tidak mampu melaksanakan sesuai kontrak. Pada pembangunan jalan tol baru, ditemukan banyak pencapaian yang tidak sesuai target.

Rencana tol Sumatra misalnya, dari Aceh sampai ke Lampung sepanjang 2.476 kilometer, baru tergarap 43 kilometer pada kurun 2009-2014. “Tidak sesuai harapan karena banyak terkendala masalah pembebasan tanah,” ujar Rizal.

Ia menyarankan untuk pembebasan tanah tersebut, pemerintah membuat satuan tugas khusus dengan melibatkan sejumlah instansi. Dari hasil audit sejumlah proyek infrastruktur tersebut, BPK tidak menemukan anggaran siluman. “Tidak ada kegiatan di Pekerjaan Umum yang fiktif seperti di kementerian lain,” ujarnya.

sumber

Hati-hati Penipuan Mengatasnamakan Perusahaan Kami

Dear para rekan dan pelanggan,

Dimohon untuk lebih berhati-hati dalam pemesanan batu maupun charter kapal, dikarenakan ada pihak tertentu yang memanfaatkan nama baik kami, CV. Guna Karya Mulia untuk melakukan penipuan.

Berikut bukti screen shot, berkas email yang dikirimkan oleh rekanan perusahaan kapal. Untuk alamat dan nomor telepon kami ada di website.

IMG_20150226_125218 Screenshot_2015-02-26-12-54-08

Bahkan perusahaan fiktif ini sampai mengeluarkan SHIPPING INSTRUCTION (SI) sebagai berikut

dokumen SI PalsuDimohon untuk para rekanan dan klien kami, supaya lebih berhati2 dalam melakukan transaksi.

Terima kasih

Daftar Proyek Infrastruktur Jokowi 2015

Siap-siap, kebutuhan material alam seperti pasir, batu split akan banyak dibutuhkan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan pengganti subsidi BBM. Beliau akan mulai melaksanakan  proyek prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019. Pembangunan infrastruktur berbagai sektor prioritas ini akan dikerjakan mulai awal tahun depan.

Infrastruktur-Jokowi 2015

Presiden Jokowi merinci beberapa agenda pembangunan infrastruktur pada tahun 2015 nanti. Pertama, memulai pembangunan proyek jalan tol dan kereta api penumpang di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta menyiapkan studi kelayakan untuk proyek kereta api di Papua. “Mulai bulan Maret tahun depan, proyek kereta api dan jalan tol di luar jawa akan kami mulai,” kata Jokowi Kamis (18/12/2014).

Kedua, tahun depan Jokowi mencanangkan pembangunan infrastruktur energi, seperti pembangkit listrik, kilang minyak, dan jaringan pipa gas di berbagai kota di Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, pembangunan infrastruktur ini jadi prioritas agar semua daerah menikmati pembangunan ketahanan energi.

Ketiga, infrastruktur bidang  maritim juga menjadi prioritas berikutnya. Menurut Jokowi, pembangunan dan pengembangan 24 pelabuhan untuk menopang program tol laut sudah akan dimulai.

Dia tak menutup kemungkinan jumlah pelabuhan ini akan bertambah karena saat ini ada usulan baru dari pemerintah daerah. Daerah boleh mengajukan wilayah mereka agar dilalui tol laut asalkan menyiapkan lahan minimal 500-2.000 hektare (ha) untuk pelabuhan ini. “Ketersediaan lahan ini menjadi jaminan bagi investor,” ujar Jokowi.

Keempat, pembangunan sektor pariwisata. Dengan potensi pariwisata yang besar ternyata Indonesia belum mampu menarik wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan menggenjot sistem promosi wisata dengan kemasan yang menarik.

Kelima. Jokowi juga akan memulai pembangunan waduk untuk mencapai target swasembada pangan dalam tiga tahun. Dari 49 waduk yang akan dibangun dalam lima tahun, pemerintah akan memulai pembangunan 13 waduk pada tahun depan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membenarkan, pada tahun 2015, instansinya akan membangun 13 waduk. Jumlah itu telah menjadi target tahun depan.

Dalam APBN 2015, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 9 triliun. “Beberapa waduk, seperti Keureuto, Kariyan, Logung Desember ini sudah ditender,” kata Basuki.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap menyediakan lahan sejumlah proyek prioritas pemerintah. “Kami akan membantu pemerintah pusat mencapai target pembangunan prioritas ini ,” katanya.

sumber

Pemilihan Material Base Course Untuk Proyek

compaction requirements

Pemilihan tipe Base Course tergantung pada material dan peralatan yang ada, termasuk juga kondisi cuaca selama pengerjaan konstruksi. Penelitian mendalam diperlukan untuk menentukan material yang cocok sesuai karakteristik lokasi. Material base course alami lebih sedikit terpengaruh cuaca dan membutuhkan sedikit kontrol teknis. Material alami tanpa proses lebih lanjut, mudah dan cepat dalam pengerjaan serta lebih diutamakan untuk aspal atau stabilisasi dengan semen.

basecourse, subbasecourse

 

Subgrade / sub base course dapat distabilkan secara mekanis (dengan penambahan material berbentuk granul kasar), secara kimiawi (dengan menambahkan bahan admixtures), atau dengan bahan stabilisasi (geo sintetis, anyaman, grid pasir). Stabilisasi dengan bahan kimia (kapur, semen portland, abu batu) secara umum lebih mahal tetapi untuk jangka panjang lebih ekonomis dibandingkan kesediaan material kimia atau material mekanis yang ada. Stabilisasi dengan bahan material tertentu bisa menghemat waktu dan biaya, seperti geotextiles, roll matt dengan cara menguatkan lapisan subgrade, menjaga pemisahan lapisan tanah, dan mengontrol drainase.

Ketika mendesain jalan, material yang tersedia dengan harga terjangkau bisa digunakan sebagai pelapis antara subgrade dan base course. Material dengan nilai CBR (California Bearing Ratio) kurang atau sama dengan 20 disebut material terseleksi, sedangkan CBR lebih dari 20 disebut sub base.

CBR rating

 

sumber

Pondasi Tiang Pancang (Pile Cap Foundation)

Tiang pancang saat ini banyak digunakan di Indonesia sebagai pondasi bangunan, seperti jembatan, gedung bertingkat, pabrik atau gedung-gedung industri, menara, dermaga, bangunan mesin-mesin berat,  dll. Dimana semuanya merupakan konstruksi-konstruksi yang memiliki dan menerima beban yang relatif berat. Penggunaan tiang pancang untuk konstruksi biasanya bertitik tolak pada beberapa hal mendasar seperti anggapan adanya beban yang besar sehingga pondasi langsung jelas tidak dapat digunakan, kemudian jenis tanah pada lokasi yang bersangkutan relatif lunak (lembek) sehingga pondasi langsung tidak ekonomis lagi untuk dipergunakan.

Dalam merencanakan pondasi untuk suatu konstruksi dapat digunakan beberapa macam tipe pondasi. Pemilihan tipe pondasi ini didasarkan atas :
  1. Fungsi bangunan atas (upper structure) yang akan dipikul oleh pondasi tersebut.
  2. Besarnya beban dan berat dari bangunan atas.
  3. Kondisi tanah dimana bangunan tersebut akan didirikan.
  4. Biaya pondasi dibandingkan dengan bangunan atas.
Seperti yang kita ketahui bahwa tipe pondasi cukup banyak macamnya, dan tergantung dari fungsi serta kegunaannya. Nah.. salah satu di antara tipe pondasi yang dapat digunakan adalah pondasi tiang pancang. Konstruksi pondasi tersebut bisa terbuat dari kayu, baja, atau beton yang berfungsi untuk meneruskan beban- beban dari struktur bangunan atas ke lapisan tanah pendukung (bearing layers) dibawahnya pada kedalaman tertentu

Mengapa harus Pondasi Tiang Pancang ?

Dikarenakan begitu pentingnya peranan dari pondasi tiang pancang tersebut, maka jika  pembuatannya dibandingkan dengan pembuatan pondasi lain, pondasi tiang pancang ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :
  1. Biaya pembuatannya kemungkinan besar (dengan melihat letak lokasi dan lainnya), lebih murah bila dikonversikan dengan kekuatan yang dapat dihasilkan.
  2. Pelaksanaannya lebih mudah.
  3. Di Indonesia, peralatan yang digunakan tidak sulit untuk didapatkan.
  4. Para pekerja di Indonesia sudah cukup terampil untuk melaksanakan bangunan yang mempergunakan pondasi tiang pancang.
  5. Waktu pelaksanaannya relatif lebih cepat.
Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Dari alasan itulah maka dalam mendesain Pondasi tiang pancang mutlak diperlukan informasi mengenai :
  1. Data tanah dimana bangunan akan didirikan.
  2.  Daya dukung dari tiang pancang itu sendiri (baik single pile ataupun group pile).
  3. Analisa negative skin friction (karena mengakibatkan beban tambahan).
Gaya geser negatif (negative skin friction) adalah suatu gaya yang bekerja pada sisi tiang pancang dimana gaya tersebut justru bekerja kearah bawah sehingga malah memberikan penambahan beban secara vertikal selain beban luar yang bekerja.Negative skin friction berbeda dengan Positif skin friction, karena positif skin friction justru membantu memberikan gaya dukung pada tiang dalam melawan beban luar/vertikal yang bekerja dengan cara memberikan perlawanan geser disisi-sisi tiang, dengan arah kerja yang berlawanan dari arah gaya luar yang bekerja ataupun gaya dari negative skin friction tersebut.
Negatif skin friction terjadi ketika lapisan tanah yang diperkirakan mengalami penurunan yang cukup besar akibat proses konsolidasi, dimana akibat proses konsolidasi ini, tiang mengalami gaya geser dorong kearah bawah yang bekerja pada sisi sisi tiang (karena terbebani). keadaan ini disebut sebagai keadaan dimana tiang mengalami gaya geser negatif (negative skin friction). Nah….jika jumlah gaya gaya sebagai akibat dari beban luar dan gaya geser negatif ini melebihi gaya dukung tanah yang diizinkan, maka akan terjadilah penurunan tiang yang disertai dengan penurunan tanah disekitarnya.
Keadaan ini bisa terjadi karena tanahnya yang lembek, pemancangan pondasi pada daerah timbunan baru, atau akibat penurunan air tanah pada tanah yang lembek, dimana kondisi tersebut memungkinkan terjadinya penurunan atau konsolidasi tanah yang cukup besar. Pondasi tiang pancang hendaknya direncanakan sedemikian rupa sehingga gaya luar yang bekerja pada kepala tiang tidak melebihi gaya dukung tiang yang diizinkan. Adapun yang dimaksud dengan gaya dukung tiang yang diizinkan adalah meliputi aspek gaya dukung tanah yang diizinkan, tegangan pada bahan tiang perpindahan kepala tiang yang diizinkan, dan gaya- gaya lain (seperti perbedaan tekanan tanah aktif dan pasif).
Perhitungan serta pengevaluasian tersebut tidak saja dilaksanakan terhadap tiang secara individu (single pile) tetapi juga harus dilaksanakan terhadap tiang-tiang dalam kelompok (group pile). Umumnya pondasi tiang pancang dapat ditinjau dari :
  1. Jenis / bahan yang digunakan, meliputi : kayu, baja, beton, atau komposit (perpaduan dari beberapa bahan).
  2. Cara Penyaluran Beban.

Berdasarkan cara penyaluran beban dapat dibedakan atas :

a. Tumpuan Ujung (End Bearing Pile) :

Penyaluran beban dimana sebagian besar daya dukungnya adalah akibat dari perlawanan tanah keras pada ujung tiang. Tiang yang dimasukan sampai lapisan tanah keras, secara teoritis dianggap bahwa seluruh beban tiang dipindahkan kelapisan keras melalui ujung tiang.
Anggapan tanah keras yang dimaksudkan disini sebetulnya relatif dan tergantung dari beberapa faktor, antara lain seperti besar beban yang harus dipikul oleh tiang. Sehingga bisa saja ada anggapan asalkan  pada posisi dimana daya dukung tanahnya sudah mumpuni untuk mengimbangi besarnya beban yang dipikul tiang, maka disitu diasumsikan letak tanah keras berada. Anggapan ini tidak salah tapi juga tidak betul, namun supaya tidak terjadi perbedaan yang tajam dalam perspektif anggapan, maka untuk dianggap sebagai lapisan tanah pendukung yang baik, dapat digunakan ketentuan sebagai berikut :
  1. Lapisan non kohesif (pasir, kerikil) mempunyai harga standard penetration test (SPT), N > 35.
  2. Lapisan kohesif mempunyai harga kuat tekan bebas (Unconfined compression strength) qu antara 3 s/d 4 kg/cm2 atau N > 15 s/d 20.

Dari hasil sondir dapat dipakai kira- kira harga perlawanan konis S ≥ 150 kg/cm2 untuk lapisan non kohesif, dan S ≥ 70 kg/cm2 untuk lapisan kohesif.

b. Tumpuan Geser/Sisi (Friction Pile)

Penyaluran beban dimana sebagian besar daya dukungnya adalah akibat dari gesekan antara tanah dengan sisi- sisi tiang pancang, atau dengan kata lain kemampuan tiang pancang dalam menahan beban hanya mengandalkan gaya geseran antara tiang dengan  tanah disekelilingnya. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya kenyataan dilapangan mengenai data kondisi tanah tidak bisa diprediksi, sehingga sering kita menjumpai suatu keadaan dimana lapisan yang memenuhi syarat sebagai lapisan pendukung yang baik ditemui pada kedalaman yang dalam, sehingga untuk mendapatkan tumpuan ujungnya kita perlu merogoh kocek lebih dalam dikarenakan biayanya sangat mahal.
Pada kenyataan seperti ini praktis daya dukung yang didapat adalah dari gesekan antara sisi tiang dengan tanah disekelilingnya namun bukan berarti perlawanan diujungnya kita anggap melempem atau tidak ada, tapi pada kenyataannya tumpuan diujung ini juga memiliki andil dalam memberikan sumbangan daya dukung walaupun itu kecil.
Perbedaan dari kedua jenis tiang pancang ini, semata-mata hanya dari segi kemudahan, karena pada umumnya tiang pancang berfungsi sebagai kombinasi antarafriction pile (tumpuan sisi) dan end bearing pile (tumpuan ujung). Kecuali tiang pancang yang menembus tanah yang sangat lembek sampai lapisan tanah dasar yang padat.

Berikut ini adalah beberapa contoh rangkaian pekerjaan pondasi tiang pancang di lapangan :

Gambar 1. Tampak Kepala Tiang Pancang Sebelum Dipecah
Gambar 2. Pemecahan Kepala Tiang Pancang
 Gambar 3.Penyusunan Bata Hebel (sebagai pengganti bekisting), untuk Poer Pondasi
Gambar 4. Perakitan Tulangan Untuk Poer Pondasi
Gambar 5. Perakitan Tulangan Untuk Sloof ke Poer Pondasi
 Gambar 6. Pondasi yang Telah di Cor Beton
 Gambar 7. Tulangan Sisa dari Pondasi Untuk Disambung ke Kolom

Wisata Kabut Asap di Kota Jambi

Kemarin tanggal 8-9 Oktober 2014 saya berkesempatan melakukan survey lokasi pembongkaran batu split bersama rekan-rekan di kota Jambi dan Sungai Lilin. Bertiga berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang sempat mengalami delay 40 menit dikarenakan kondisi di bandara Sultan Thaha Syaifuddin yang akan kita tuju, terhalang jarak pandang hanya 200 meter, sedangkan jarak pandang aman untuk mendarat adalah 800 meter (Baca : Kabut Asap Juga Ganggu Bandara Banjarmasin).

20141008_111006_resize 20141008_111024_resize 20141008_111135_resize 20141009_125213_resize

Setibanya di Jambi, kita sempat bersantap di resto padang RM.Aroma Cempaka di daerah kampung manggis. Kata rekan kalau ke resto itu belum cobain ayam goreng dan es jeruk kelapa, berarti gak bisa dibilang sudah mampir ke sana, haha.. ada2 saja.. Cuma sayang jeruknya bukan jeruk murni tapi jeruk Nutris*ri.. haha..

AROMA CEMPAKA es kelapa jeruk

Gambar es jeruk kelapa hanya ilustrasi, karena lupa dokumentasi

Setelah berkeliling ke kantor user, dan rencana survey lokasi bongkar yang akhirnya dibatalkan karena ada kendala jembatan dan kondisi kedalaman air sungai yang tidak memungkinkan untuk kapal besar, kita memutuskan untuk menginap di hotel Lestari. Tarifnya berkisar antara IDR 200,000 s/d 275,000.

Hotel Lestari

Esoknya kita pergi ke pelabuhan Talang Duku, Jambi untuk survey lokasi bongkar

Screenshot_2014-10-09-10-29-18_resize 20141009_104322_resize

Demikian sekilas kunjungan kerja kami ke kota Jambi.

sumber

Proyek Pemadatan Jalan Raya

Proses pembuatan jalan raya

Jalan raya di indonesia pada umumnya menggunakan jalan asphalt, bagaimanakah cara membuat jalan asphalt?

Secara garis besar pekerjaan jalan dibagi :

  1. Pekerjaan Pemetaan (Pengukuran badan jalan)
  2. Pekerjaan Clearing & Grubbing (Pembersihan badan jalan dari pohon dan tanah lapisan atas)
  3. Pekerjaan Stripping (Pembentukan badan jalan)
  4. Pekerjaan Sub Grade ( Pemadatan Tanah)
  5. Pekerjaan Sub Base Coarse (Pondasi Bawah)
  6. Pekerjaan Base Coarse (Pondasi Atas). Tambahkan Prime coad (Lapis Pengikat antara Base coarse dan ATB)
  7. Pekerjaan Wearing Coarse (Lapisan Atas) = ATB. Tambahkan Take Coad ( Lapis Pelekat antara ATB dan Hotmix)
  8. Pekerjaan Surface Coarse (Lapisan Permukaan) = HOTMIX
  9. Pekerjaan Marka Jalan
  10. Pekerjaan Pemasangan Rambu Jalan

berikut urutan kerja pembuatan jalan asphalt beserta alat-alat berat dan kegunaanya

pembersihan dan perataan lahan

Sebelum jalan raya dibangun, lahan dibersihkan dahulu dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan.

untuk membersihkan lahan dan menggali maupun mengurug tanah

excavator

setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat buldozer

buldozer

untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truk

Penghamparan material pondasi bawah

penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller

Tandem roller

pekerjaan perataan dengan tandem roller di lakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapir permukaan.

pada saat penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapanya.

Penghamparan lapis asphalt

setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair.

untuk menghamparkan asphalt digunakan alat asphalt finisher

asphalt finisher

setelah asphalt berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah diukur menggunakan theodolit sesuai perencanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan
pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataanjalan raya dengan alat peneumatic roller

peneumatic roller

jalan raya sudah jadi dengan konstruksi sebagai berikut:

lapisan jalan raya

sumber