Hati-hati Penipuan Mengatasnamakan Perusahaan Kami

Dear para rekan dan pelanggan,

Dimohon untuk lebih berhati-hati dalam pemesanan batu maupun charter kapal, dikarenakan ada pihak tertentu yang memanfaatkan nama baik kami, CV. Guna Karya Mulia untuk melakukan penipuan.

Berikut bukti screen shot, berkas email yang dikirimkan oleh rekanan perusahaan kapal. Untuk alamat dan nomor telepon kami ada di website.

IMG_20150226_125218 Screenshot_2015-02-26-12-54-08

Bahkan perusahaan fiktif ini sampai mengeluarkan SHIPPING INSTRUCTION (SI) sebagai berikut

dokumen SI PalsuDimohon untuk para rekanan dan klien kami, supaya lebih berhati2 dalam melakukan transaksi.

Terima kasih

Daftar Proyek Infrastruktur Jokowi 2015

Siap-siap, kebutuhan material alam seperti pasir, batu split akan banyak dibutuhkan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan pengganti subsidi BBM. Beliau akan mulai melaksanakan  proyek prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019. Pembangunan infrastruktur berbagai sektor prioritas ini akan dikerjakan mulai awal tahun depan.

Infrastruktur-Jokowi 2015

Presiden Jokowi merinci beberapa agenda pembangunan infrastruktur pada tahun 2015 nanti. Pertama, memulai pembangunan proyek jalan tol dan kereta api penumpang di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta menyiapkan studi kelayakan untuk proyek kereta api di Papua. “Mulai bulan Maret tahun depan, proyek kereta api dan jalan tol di luar jawa akan kami mulai,” kata Jokowi Kamis (18/12/2014).

Kedua, tahun depan Jokowi mencanangkan pembangunan infrastruktur energi, seperti pembangkit listrik, kilang minyak, dan jaringan pipa gas di berbagai kota di Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, pembangunan infrastruktur ini jadi prioritas agar semua daerah menikmati pembangunan ketahanan energi.

Ketiga, infrastruktur bidang  maritim juga menjadi prioritas berikutnya. Menurut Jokowi, pembangunan dan pengembangan 24 pelabuhan untuk menopang program tol laut sudah akan dimulai.

Dia tak menutup kemungkinan jumlah pelabuhan ini akan bertambah karena saat ini ada usulan baru dari pemerintah daerah. Daerah boleh mengajukan wilayah mereka agar dilalui tol laut asalkan menyiapkan lahan minimal 500-2.000 hektare (ha) untuk pelabuhan ini. “Ketersediaan lahan ini menjadi jaminan bagi investor,” ujar Jokowi.

Keempat, pembangunan sektor pariwisata. Dengan potensi pariwisata yang besar ternyata Indonesia belum mampu menarik wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan menggenjot sistem promosi wisata dengan kemasan yang menarik.

Kelima. Jokowi juga akan memulai pembangunan waduk untuk mencapai target swasembada pangan dalam tiga tahun. Dari 49 waduk yang akan dibangun dalam lima tahun, pemerintah akan memulai pembangunan 13 waduk pada tahun depan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membenarkan, pada tahun 2015, instansinya akan membangun 13 waduk. Jumlah itu telah menjadi target tahun depan.

Dalam APBN 2015, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 9 triliun. “Beberapa waduk, seperti Keureuto, Kariyan, Logung Desember ini sudah ditender,” kata Basuki.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap menyediakan lahan sejumlah proyek prioritas pemerintah. “Kami akan membantu pemerintah pusat mencapai target pembangunan prioritas ini ,” katanya.

sumber

Pemilihan Material Base Course Untuk Proyek

compaction requirements

Pemilihan tipe Base Course tergantung pada material dan peralatan yang ada, termasuk juga kondisi cuaca selama pengerjaan konstruksi. Penelitian mendalam diperlukan untuk menentukan material yang cocok sesuai karakteristik lokasi. Material base course alami lebih sedikit terpengaruh cuaca dan membutuhkan sedikit kontrol teknis. Material alami tanpa proses lebih lanjut, mudah dan cepat dalam pengerjaan serta lebih diutamakan untuk aspal atau stabilisasi dengan semen.

basecourse, subbasecourse

 

Subgrade / sub base course dapat distabilkan secara mekanis (dengan penambahan material berbentuk granul kasar), secara kimiawi (dengan menambahkan bahan admixtures), atau dengan bahan stabilisasi (geo sintetis, anyaman, grid pasir). Stabilisasi dengan bahan kimia (kapur, semen portland, abu batu) secara umum lebih mahal tetapi untuk jangka panjang lebih ekonomis dibandingkan kesediaan material kimia atau material mekanis yang ada. Stabilisasi dengan bahan material tertentu bisa menghemat waktu dan biaya, seperti geotextiles, roll matt dengan cara menguatkan lapisan subgrade, menjaga pemisahan lapisan tanah, dan mengontrol drainase.

Ketika mendesain jalan, material yang tersedia dengan harga terjangkau bisa digunakan sebagai pelapis antara subgrade dan base course. Material dengan nilai CBR (California Bearing Ratio) kurang atau sama dengan 20 disebut material terseleksi, sedangkan CBR lebih dari 20 disebut sub base.

CBR rating

 

sumber

Pondasi Tiang Pancang (Pile Cap Foundation)

Tiang pancang saat ini banyak digunakan di Indonesia sebagai pondasi bangunan, seperti jembatan, gedung bertingkat, pabrik atau gedung-gedung industri, menara, dermaga, bangunan mesin-mesin berat,  dll. Dimana semuanya merupakan konstruksi-konstruksi yang memiliki dan menerima beban yang relatif berat. Penggunaan tiang pancang untuk konstruksi biasanya bertitik tolak pada beberapa hal mendasar seperti anggapan adanya beban yang besar sehingga pondasi langsung jelas tidak dapat digunakan, kemudian jenis tanah pada lokasi yang bersangkutan relatif lunak (lembek) sehingga pondasi langsung tidak ekonomis lagi untuk dipergunakan.

Dalam merencanakan pondasi untuk suatu konstruksi dapat digunakan beberapa macam tipe pondasi. Pemilihan tipe pondasi ini didasarkan atas :
  1. Fungsi bangunan atas (upper structure) yang akan dipikul oleh pondasi tersebut.
  2. Besarnya beban dan berat dari bangunan atas.
  3. Kondisi tanah dimana bangunan tersebut akan didirikan.
  4. Biaya pondasi dibandingkan dengan bangunan atas.
Seperti yang kita ketahui bahwa tipe pondasi cukup banyak macamnya, dan tergantung dari fungsi serta kegunaannya. Nah.. salah satu di antara tipe pondasi yang dapat digunakan adalah pondasi tiang pancang. Konstruksi pondasi tersebut bisa terbuat dari kayu, baja, atau beton yang berfungsi untuk meneruskan beban- beban dari struktur bangunan atas ke lapisan tanah pendukung (bearing layers) dibawahnya pada kedalaman tertentu

Mengapa harus Pondasi Tiang Pancang ?

Dikarenakan begitu pentingnya peranan dari pondasi tiang pancang tersebut, maka jika  pembuatannya dibandingkan dengan pembuatan pondasi lain, pondasi tiang pancang ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :
  1. Biaya pembuatannya kemungkinan besar (dengan melihat letak lokasi dan lainnya), lebih murah bila dikonversikan dengan kekuatan yang dapat dihasilkan.
  2. Pelaksanaannya lebih mudah.
  3. Di Indonesia, peralatan yang digunakan tidak sulit untuk didapatkan.
  4. Para pekerja di Indonesia sudah cukup terampil untuk melaksanakan bangunan yang mempergunakan pondasi tiang pancang.
  5. Waktu pelaksanaannya relatif lebih cepat.
Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Dari alasan itulah maka dalam mendesain Pondasi tiang pancang mutlak diperlukan informasi mengenai :
  1. Data tanah dimana bangunan akan didirikan.
  2.  Daya dukung dari tiang pancang itu sendiri (baik single pile ataupun group pile).
  3. Analisa negative skin friction (karena mengakibatkan beban tambahan).
Gaya geser negatif (negative skin friction) adalah suatu gaya yang bekerja pada sisi tiang pancang dimana gaya tersebut justru bekerja kearah bawah sehingga malah memberikan penambahan beban secara vertikal selain beban luar yang bekerja.Negative skin friction berbeda dengan Positif skin friction, karena positif skin friction justru membantu memberikan gaya dukung pada tiang dalam melawan beban luar/vertikal yang bekerja dengan cara memberikan perlawanan geser disisi-sisi tiang, dengan arah kerja yang berlawanan dari arah gaya luar yang bekerja ataupun gaya dari negative skin friction tersebut.
Negatif skin friction terjadi ketika lapisan tanah yang diperkirakan mengalami penurunan yang cukup besar akibat proses konsolidasi, dimana akibat proses konsolidasi ini, tiang mengalami gaya geser dorong kearah bawah yang bekerja pada sisi sisi tiang (karena terbebani). keadaan ini disebut sebagai keadaan dimana tiang mengalami gaya geser negatif (negative skin friction). Nah….jika jumlah gaya gaya sebagai akibat dari beban luar dan gaya geser negatif ini melebihi gaya dukung tanah yang diizinkan, maka akan terjadilah penurunan tiang yang disertai dengan penurunan tanah disekitarnya.
Keadaan ini bisa terjadi karena tanahnya yang lembek, pemancangan pondasi pada daerah timbunan baru, atau akibat penurunan air tanah pada tanah yang lembek, dimana kondisi tersebut memungkinkan terjadinya penurunan atau konsolidasi tanah yang cukup besar. Pondasi tiang pancang hendaknya direncanakan sedemikian rupa sehingga gaya luar yang bekerja pada kepala tiang tidak melebihi gaya dukung tiang yang diizinkan. Adapun yang dimaksud dengan gaya dukung tiang yang diizinkan adalah meliputi aspek gaya dukung tanah yang diizinkan, tegangan pada bahan tiang perpindahan kepala tiang yang diizinkan, dan gaya- gaya lain (seperti perbedaan tekanan tanah aktif dan pasif).
Perhitungan serta pengevaluasian tersebut tidak saja dilaksanakan terhadap tiang secara individu (single pile) tetapi juga harus dilaksanakan terhadap tiang-tiang dalam kelompok (group pile). Umumnya pondasi tiang pancang dapat ditinjau dari :
  1. Jenis / bahan yang digunakan, meliputi : kayu, baja, beton, atau komposit (perpaduan dari beberapa bahan).
  2. Cara Penyaluran Beban.

Berdasarkan cara penyaluran beban dapat dibedakan atas :

a. Tumpuan Ujung (End Bearing Pile) :

Penyaluran beban dimana sebagian besar daya dukungnya adalah akibat dari perlawanan tanah keras pada ujung tiang. Tiang yang dimasukan sampai lapisan tanah keras, secara teoritis dianggap bahwa seluruh beban tiang dipindahkan kelapisan keras melalui ujung tiang.
Anggapan tanah keras yang dimaksudkan disini sebetulnya relatif dan tergantung dari beberapa faktor, antara lain seperti besar beban yang harus dipikul oleh tiang. Sehingga bisa saja ada anggapan asalkan  pada posisi dimana daya dukung tanahnya sudah mumpuni untuk mengimbangi besarnya beban yang dipikul tiang, maka disitu diasumsikan letak tanah keras berada. Anggapan ini tidak salah tapi juga tidak betul, namun supaya tidak terjadi perbedaan yang tajam dalam perspektif anggapan, maka untuk dianggap sebagai lapisan tanah pendukung yang baik, dapat digunakan ketentuan sebagai berikut :
  1. Lapisan non kohesif (pasir, kerikil) mempunyai harga standard penetration test (SPT), N > 35.
  2. Lapisan kohesif mempunyai harga kuat tekan bebas (Unconfined compression strength) qu antara 3 s/d 4 kg/cm2 atau N > 15 s/d 20.

Dari hasil sondir dapat dipakai kira- kira harga perlawanan konis S ≥ 150 kg/cm2 untuk lapisan non kohesif, dan S ≥ 70 kg/cm2 untuk lapisan kohesif.

b. Tumpuan Geser/Sisi (Friction Pile)

Penyaluran beban dimana sebagian besar daya dukungnya adalah akibat dari gesekan antara tanah dengan sisi- sisi tiang pancang, atau dengan kata lain kemampuan tiang pancang dalam menahan beban hanya mengandalkan gaya geseran antara tiang dengan  tanah disekelilingnya. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya kenyataan dilapangan mengenai data kondisi tanah tidak bisa diprediksi, sehingga sering kita menjumpai suatu keadaan dimana lapisan yang memenuhi syarat sebagai lapisan pendukung yang baik ditemui pada kedalaman yang dalam, sehingga untuk mendapatkan tumpuan ujungnya kita perlu merogoh kocek lebih dalam dikarenakan biayanya sangat mahal.
Pada kenyataan seperti ini praktis daya dukung yang didapat adalah dari gesekan antara sisi tiang dengan tanah disekelilingnya namun bukan berarti perlawanan diujungnya kita anggap melempem atau tidak ada, tapi pada kenyataannya tumpuan diujung ini juga memiliki andil dalam memberikan sumbangan daya dukung walaupun itu kecil.
Perbedaan dari kedua jenis tiang pancang ini, semata-mata hanya dari segi kemudahan, karena pada umumnya tiang pancang berfungsi sebagai kombinasi antarafriction pile (tumpuan sisi) dan end bearing pile (tumpuan ujung). Kecuali tiang pancang yang menembus tanah yang sangat lembek sampai lapisan tanah dasar yang padat.

Berikut ini adalah beberapa contoh rangkaian pekerjaan pondasi tiang pancang di lapangan :

Gambar 1. Tampak Kepala Tiang Pancang Sebelum Dipecah
Gambar 2. Pemecahan Kepala Tiang Pancang
 Gambar 3.Penyusunan Bata Hebel (sebagai pengganti bekisting), untuk Poer Pondasi
Gambar 4. Perakitan Tulangan Untuk Poer Pondasi
Gambar 5. Perakitan Tulangan Untuk Sloof ke Poer Pondasi
 Gambar 6. Pondasi yang Telah di Cor Beton
 Gambar 7. Tulangan Sisa dari Pondasi Untuk Disambung ke Kolom

Wisata Kabut Asap di Kota Jambi

Kemarin tanggal 8-9 Oktober 2014 saya berkesempatan melakukan survey lokasi pembongkaran batu split bersama rekan-rekan di kota Jambi dan Sungai Lilin. Bertiga berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang sempat mengalami delay 40 menit dikarenakan kondisi di bandara Sultan Thaha Syaifuddin yang akan kita tuju, terhalang jarak pandang hanya 200 meter, sedangkan jarak pandang aman untuk mendarat adalah 800 meter (Baca : Kabut Asap Juga Ganggu Bandara Banjarmasin).

20141008_111006_resize 20141008_111024_resize 20141008_111135_resize 20141009_125213_resize

Setibanya di Jambi, kita sempat bersantap di resto padang RM.Aroma Cempaka di daerah kampung manggis. Kata rekan kalau ke resto itu belum cobain ayam goreng dan es jeruk kelapa, berarti gak bisa dibilang sudah mampir ke sana, haha.. ada2 saja.. Cuma sayang jeruknya bukan jeruk murni tapi jeruk Nutris*ri.. haha..

AROMA CEMPAKA es kelapa jeruk

Gambar es jeruk kelapa hanya ilustrasi, karena lupa dokumentasi

Setelah berkeliling ke kantor user, dan rencana survey lokasi bongkar yang akhirnya dibatalkan karena ada kendala jembatan dan kondisi kedalaman air sungai yang tidak memungkinkan untuk kapal besar, kita memutuskan untuk menginap di hotel Lestari. Tarifnya berkisar antara IDR 200,000 s/d 275,000.

Hotel Lestari

Esoknya kita pergi ke pelabuhan Talang Duku, Jambi untuk survey lokasi bongkar

Screenshot_2014-10-09-10-29-18_resize 20141009_104322_resize

Demikian sekilas kunjungan kerja kami ke kota Jambi.

sumber

Proyek Pemadatan Jalan Raya

Proses pembuatan jalan raya

Jalan raya di indonesia pada umumnya menggunakan jalan asphalt, bagaimanakah cara membuat jalan asphalt?

Secara garis besar pekerjaan jalan dibagi :

  1. Pekerjaan Pemetaan (Pengukuran badan jalan)
  2. Pekerjaan Clearing & Grubbing (Pembersihan badan jalan dari pohon dan tanah lapisan atas)
  3. Pekerjaan Stripping (Pembentukan badan jalan)
  4. Pekerjaan Sub Grade ( Pemadatan Tanah)
  5. Pekerjaan Sub Base Coarse (Pondasi Bawah)
  6. Pekerjaan Base Coarse (Pondasi Atas). Tambahkan Prime coad (Lapis Pengikat antara Base coarse dan ATB)
  7. Pekerjaan Wearing Coarse (Lapisan Atas) = ATB. Tambahkan Take Coad ( Lapis Pelekat antara ATB dan Hotmix)
  8. Pekerjaan Surface Coarse (Lapisan Permukaan) = HOTMIX
  9. Pekerjaan Marka Jalan
  10. Pekerjaan Pemasangan Rambu Jalan

berikut urutan kerja pembuatan jalan asphalt beserta alat-alat berat dan kegunaanya

pembersihan dan perataan lahan

Sebelum jalan raya dibangun, lahan dibersihkan dahulu dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan.

untuk membersihkan lahan dan menggali maupun mengurug tanah

excavator

setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat buldozer

buldozer

untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truk

Penghamparan material pondasi bawah

penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller

Tandem roller

pekerjaan perataan dengan tandem roller di lakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapir permukaan.

pada saat penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapanya.

Penghamparan lapis asphalt

setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair.

untuk menghamparkan asphalt digunakan alat asphalt finisher

asphalt finisher

setelah asphalt berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah diukur menggunakan theodolit sesuai perencanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan
pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataanjalan raya dengan alat peneumatic roller

peneumatic roller

jalan raya sudah jadi dengan konstruksi sebagai berikut:

lapisan jalan raya

sumber

Uji Kuat Tekan Beton Konstruksi

UJI KUAT TEKAN BETON

MAKSUD DAN TUJUAN

Menerangkan prosedur pemeriksaan kuat tekan beton.

Membuat beton sesuai dengan rancangan beton yang diingikan.

PERALATAN DAN BAHAN

Peralatan

  1.  Mesin tekan
  2. Tongkat pemada
  3. Cetakan beton
  4.  Mistar
  5. Timbangan kapasitas 20 kg

Bahan

Adukan beton untuk benda uji harus diambil langsung dari mesin pengaduk dengan menggunakan peralatan yang tidak menyerap air, adukan beton harus diaduk lagi sebelum dimasukan dalam cetakan.

PROSEDUR PERCOBAAN

Pembuatan benda uji :

  1. Isi cetakan dengan adukan beton dalam 3 lapis, setiap lapis berisi kira-kira 1/3 isi cetakan. Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali secara merata.
  2. Ratakan permukaan beton.
  3. Biarkan beton dalam cetakan selama ± 24 jam dan letakkan pada tempat yang bebas getaranserta ditutup dengan bahan yang kedap air.
  4. Setelah 24 jam, bukalah cetakan dan keluarkan benda uji.
  5. Rendam benda uji dalam bak yang berisi air agar proses perawatan (curring) beton berlangsung dengan baik, maka peredam dilakukan sampai batas waktu pengujian kuat tekan beton.

Penekanan benda uji :

  1. Ambil benda uji dari bak perendam dan lap dengan menggunakan lap lembab.
  2. Tentukan berat dan ukuran benda uji.Perhatikan :Jika benda ujinya berbentuk silinder, sebelum benda uji tersebut ditekan harus diberi lapisan mortal / semen dipermukaan atas  dan bawah setebal 4 mm untuk meratakan permukaan bidang tekan.
  3. Letakkan benda uji pada mesin penekan secara sentris.
  4. Jalankan mesin penekan dengan penambahan beban terutama berkisar antara 2 – 4 kg/cm2.

Hitung kuat tekan beton dari benda uji tersebut.

PERHITUNGAN

            KUAT TEKAN BETON ( σ bk )       = P/A

P          = Beban maksimum ( kN )

A         = Luas penampang bidang tekan (cm2 )

No Umur Berat

( Kg )

Diameter

( cm )

Tinggi

( cm )

Luas

( cm2 )

Beban Tekan

(kN)

1 3 hari 12,57 15 30,3 176.625 190
2 3 hari 12,52 15 30,4 176.625 200
3 3 hari 12,66 15 30,3 176.625 210
1 7 hari 12,66 15 30,2 176.625 320
2 7 hari 12,53 15 30,0 176.625 300
3 7 hari 12,69 15 30,4 176.625 350
1 14 hari 12,60 15 30,1 176.625 390
2 14 hari 12,65 15 30,1 176.625 400
3 14 hari 12,73 15 30,5 176.625 400
1 28 hari 12,70 15 30,4 176.625 480
2 28 hari 12,65 15 30,5 176.625 460
3 28 hari 12,60 15 30,2 176.625 420

LUAS                                                   =1/4πd2

BEBAN RATA-RATA ( P )                  =Beban Tekan Dijumlahkan/3

KUAT TEKAN BETON ( σ bk )          = P/A

Hasil Perhitungan

 

Umur Beban tekan rata-rata (P) Kuat tekan beton (σnk)
3 hari 200 1.13
7 hari 323.33 1.83
14 hari 396.67 2.25
28 hari 453.33 2.57

CATATAN

  • Masukkan data hasil pemeriksaan kedalam formulir kekuatan tekan beton.
  • Benda uji untuk pemeriksaan kuat tekan beton berdasarkan PBI’71 ada 3 bentuk, yaitu :
No Benda uji Pembanding kuat tekan
1 Kubus    15 x 15 x 15 cm 1,00
2 Kubus    20 x 20 x 20 cm 0,95
3 Silinder 15 x 30 cm 0,83
  • Benda uji kubus permukaan bidang tekannya tidak dilapisi adukan merata.
  • Pemeriksaan kekuatan tekan beton biasanya dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 28 hari.
PERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN BETON PADA BERBAGAI UMUR
Umur beton ( hari ) 3 7 14 21 28 90 360
Semen Portland ( biasa ) 0,40 0,65 0,88 0,95 1,00 1,20 1,35
Semen Portland kekuatan awal tinggi 0,55 0,75 0,90 0,95 1,00 1,15 1,20
  • Laporkan kekuatan tekan karakteristik beton.

KESIMPULAN

Dari hasil grafik perbandingan kuat tekan beton dan umur beton pada praktikum diatas diperoleh nilai kuat tekan beton pada 28 hari adalah 2,54 kN/cm2.

sumber

Ukuran Standar Coarse Aggregat BAG.3. SARINGAN

Saringan dirancang untuk penggunaan laboratorium dalam pengujian bahan. Ya, ada laboratorium yang menguji batu dan campuran aspal.

Saringan dapat bulat atau persegi dalam bentuk dan memiliki wire mesh membentang di bingkai. Wire mesh sendiri memiliki berbagai ukuran. Saringan, seperti layar tambang, yang dinamai sesuai dengan ruangan antara kabel di mesh. Sebagai contoh, 1 “saringan akan memiliki 1″ ruang antara kawat mesh. A 3/8 “saringan akan memiliki 3/8″ ruang antara kawat mesh. Semakin kecil ukuran saringan, mereka mulai disebut dengan “angka” atau “Tidak”, atau “#”. Jumlah nama mereka menunjukkan jumlah bukaan dalam inci linear mesh. Sebagai contoh, kita membahas # 4 saringan di atas ketika berbicara tentang gradasi. Jika Anda menggunakan caliper, penggaris atau alat pengukur lainnya dan memeriksa satu inci linear mesh pada # 4 saringan, Anda akan menemukan bahwa ia memiliki empat bukaan dalam inci linear. Saringan yang digunakan dalam industri kami biasanya berkisar dari yang terbesar pada 2 “atau 1 1/2″, turun ke terkecil di # 200. Ya, itu berarti bahwa dalam satu inci linear, # 200 saringan memiliki 200 bukaan. Agen seperti ASTM International atau The American Association Negara dan Lintas Angkutan Jalan Pejabat (AASHTO) memiliki spesifikasi mengenai toleransi yang diijinkan saringan, bagaimana mereka dibangun, apa ukuran kawat, dll

Berikut adalah seperti apa saringan terlihat …

saringan sieves agregat1

Biasanya saringan disusun seperti “sarang” yang merupakan tumpukan saringan, dari pembukaan terbesar ke terkecil.

saringan sieves agregat 2

Saringan merupakan bagian dari peralatan yang digunakan untuk memisahkan batu ke berbagai ukuran di laboratorium. Jika Anda bisa membayangkan saringan pada skala yang lebih besar, Anda memiliki layar mesh yang digunakan pada pertambangan untuk membantu ukuran batu dalam berbagai ukuran dan fraksi. Namun, di laboratorium, sampel kecil dari agregat diuji dengan ditempatkan di saringan dan diguncang. Ini menentukan distribusi ukuran partikel sampel dan memberikan hasil tes gradasi.

Berikut adalah melihat apa bahan (atau agregat) terlihat seperti setelah keluar dari saringan – atau dipisahkan menjadi ukuran …

saringan sieves agregat

sumber

Ukuran Standar Coarse Aggregat Bag.2. AGREGAT KASAR dan HALUS

Bahan yang sebagian besar di lingkungan +1/4 “dianggap sebagai agregat kasar. Bahan yang sebagian besar lebih kecil dari 1/4 “(minus seperempat inci atau ‘-1/4″‘) biasanya dianggap sebagai agregat halus. Kebanyakan tambang biasanya tidak menggunakan layar yang lebih kecil dari 1/4 “, tetapi kadang ada pesanan tertentu, agregat halus khusus.

Di segmen ini kita bahas layar dan bukaan, jadi sekarang kita tahu kemana “Square Openings” mengacu. Kami berbicara tentang perbedaan antara agregat kasar dan halus. ASTM International. “C-33″ yang tercantum pada tabel hanya spesifikasi penunjukan.

 Sekarang, kita sudah bicara tentang material tersisihkan sebagai apa pun layar berukuran – plus (yaitu 1 “). Bahan ini akan dianggap “kasar” dari “saringan 1 karena tidak bisa melewati itu dan tersisihkan. Jika batu melewati 1″ layar, itu akan dianggap” lebih baik “dari 1″ saringan (atau, seperti yang kita disinggung sebelumnya, -1 “). Sekarang kita membahas “jumlah lebih halus dari setiap laboratorium saringan pembukaan”. Mengabaikan referensi “laboratorium saringan” sekarang, dan hanya berpikir dalam hal screen mesh tambang; kita akan membahas saringan laboratorium dalam sekejap. Jika semua bahan berlari melewati satu layar gradasi (sebagai contoh gradasi 1”), maka kita memiliki apa yang dikenal di industri sebagai agregat dengan 100% melewati 1″ layar (atau saringan) .

astm_c33 standar agregat beton concrete

Lihatlah 57 ukuran pada grafik. Lihatlah di baris sampai Anda melihat “96-100″. Angka-angka di bawah kolom “1. Itu berarti bahwa 96-100% dari agregat harus melalui “layar 1 untuk agregat untuk dianggap sebagai ukuran 57. Tapi tunggu, masih ada lagi! Lanjutkan di sepanjang baris dan Anda akan melihat “26-60″ di bawah 1/2 “kolom, serta” 0-10 “di bawah” Nomor 4 “dan” 0-5 “di bawah” Nomor 8 “. Ini berarti ada persyaratan lebih lanjut untuk agregat harus diklasifikasikan sebagai 57. A 57 harus memiliki antara 26-60% dari bahan melalui (atau lewat) “layar 1/2, nol sampai 10% melewati # yang 4 layar dan nol sampai 5% melewati # 8 layar. 

Yang penting adalah memahami bahwa sebagian besar ukuran agregat tidak hanya didasarkan pada “ukuran atas” atau jumlah melewati saringan terbesar untuk agregat itu – mereka benar-benar memiliki persyaratan berdasarkan ukuran lain juga. Hal ini memungkinkan quarry tambang untuk mencampur berbagai ukuran bahan bersama-sama yang diperlukan untuk memenuhi gradasi tertentu. Apa yang menentukan bagaimana sebuah tambang beroperasi dan mendirikan penghancur stone crusher dan pabrik skrining? Apa yang menentukan berapa banyak pencampuran harus mereka lakukan? Banyak faktor. Faktor-faktor ini dapat mencakup ekonomi, peralatan, kebutuhan pelanggan, cara meremukkan alami batu dan patahan batu, jenis bahan itu sendiri (granit, basalt, batu kapur, dll ) di antara banyak faktor lainnya. Hal ini mungkin juga berhubungan dengan tes materi tertentu properti, tes gradasi, memakai peralatan dan lapisan screening, dan pertimbangan operasional lainnya yang mungkin diperlukan tambang untuk memiliki beberapa fleksibilitas.

sumber