abu batu

Abu Batu Pecah Untuk Pembuatan Paving Block

 

Yang menjadi perhatian utama dalam
menentukan kualitas  adalah
kuat tekannya. Hal ini tidak mengherankan
karena paving block merupakan bahan
perkerasan sehingga kuat tekan paving block
dituntut minimal dapat memenuhi kekuatan
untuk mendukung beban di atasnya.

Kuat tekan paving block dalam industri
merupakan masalah yang sangat ironis, sebab
paving block yang rendah kuat tekannya akan
tidak disukai konsumen karena tidak awet atau
tidak memenuhi standar kualitas paving block.
Akan tetapi, jika kuat tekan dinaikkan dengan
cara menambah jumlah semen dalam campuran,
maka konsekuensinya harga paving block
menjadi mahal karena biaya produksinya akan
meningkat.

Abu batu saat ini merupakan bahan hasil
sampingan dalam industri pemecahan batu yang
jumlahnya tidak sedikit. Saat ini abu batu tidak
begitu laku untuk dijual karena pemakaian dalam
industri konstruksi sudah sangat sedikit
mengingat konstruksi perkerasan jalan dengan
Lapen sudah banyak beralih ke lapisan aspal
beton. Perkerasan Lapen yang biasanya
penaburan lapis atas dengan abu batu sudah
banyak diganti dengan pasir, sehingga abu batu
pada stone crusher menjadi bahan limbah yang
harus diupayakan penanganannya.
Untuk menekan biaya produksi paving block
sekaligus menangani masalah limbah abu batu
pada industri stone crusher. Dalam penelitian ini
dilakukan pengkajian pemakaian abu batu untuk
paving block.

Hasil penelitian menunjukkan perbandingan
campuran yang masih layak dipakai dengan
dasar kuat tekan adalah sebagai berikut. Abu
batu sampai 1PC : 8 masih dapat dipakai
karena masih memiliki kuat sama dengan paving
block yang beredar di Semarang. Perbandingan
yang baik disarankan memakai komposisi 1PC :
6 abu dengan kekuatan tekan 200 Kg / Cm2.
Model regresi diekspresikan dalam persamaan
Y = -43,219 X + 470,002

 

sumber

Macam macam Batu Split dan Kegunaannya

Bolder Elephant Stone ( Batu Gajah)
Material jenis ini banyak digunakan untuk penimbunan daerah-daerah rawa atau bibir pantai, penahan ombak, reklmasi pantai dan pembuatan dermaga sederhana dan untuk batu pondasi dsb.

Base Course ( Lapisan Kedua)
Material jenis ini digunakan untuk lapisan kedua / ketiga dari suatu areal yang akan ditimbun, dimana tanah dasarnya sudah cukup stabil.

Split Stone / Batu Pecah ( 30-50mm)
Material ini biasanya digunakan untuk dasar badan jalan sebelum menggunakan material yang lain, penyangga bantalan kereta api, penutup/ pemberat pipa didasar laut, dsb.

Split Stone / Batu Pecah ( 20-30 mm)
Material ini banyak digunakan untuk pengecoran lantai kerja, pengecoran / pembetonan horizontal.

Split Stone / Batu Pecah ( 10-20mm)
Material jenis ini banyak digunakan untuk pengecoran segala macam konstruksi mulai dari yang ringan sampai konstruksi berat. Spt: Jalan Tol, Gedung bertingkat, Landasan Pesawat Udara, Bantalan Kereta Api, Pelabuhan dan Dermaga, Tiang Pancang dan Jembatan, dsb

Screening ( 5 -10 mm)
Material jenis ini banyak digunakan untuk campuran dalam proses pengaspalan jalan, mulai dari jalan yang ringan sampai jalan berkelas-1 ( Aspal Mixed Plant)

Abu Batu ( 0-5 mm)
Material jenis ini banyak dibutuhkan untuk campuran dalam proses pengaspalan dan bisa digunakan sebagai pengganti pasir. Material ini adalah bahan utama dari pembuatan gorong-gorong dan Batako Press.

Agregat A, B
Batu pecah jenis adalah campuran batu split, abu batu dan pasir, yang dicampur berdasarkan permintaan / kebutuhan proyek dan tergantung kebutuhannya.Sand (Pasir Sungai)Material jenis ini digunakan untuk bahan dasar pembuatan dinding / bangunan beton dan bahan baku cor untuk semua jenis bangunan.